Nelayan Lamongan Bakal Kepung Istana
Lamongan, Motim
Merasa tidak ada tanggapan setelah aksi demo di Pelabuhan Perikanan Nusantara ( PPN) Brondong, Kecamatan Brondong, Lamongan, Senin (08/01), Aliansi Nasional Nelayan Indonesia (ANNI) akan menggelar aksi di depan Istana Negara.
Ribuan nelayan Lamongan yang menolak peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang larangan alat tangkap cantrang berangkat dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong dengan menumpang 36 bus menuju Istana Negara Jakarta, Selasa (16/01).
Para nelayan patungan dana untuk menyewa bus dan memenuhi semua kebutuhan selama perjalan hingga di Jakarta. Jumlah massa memang lebih kecil dibanding saat menggelar demo di PPN Brondong yang kala itu, Senin (8/1) yang mencapai 4.000 orang.
"Kami lakukan aksi kepung istana negara untuk memperjuangkan nasib dan hak sebagai nelayan," tegas Ketua ANNI Lamongan, Agus Mulyono.
Agus meminta pada pemerintah, agar KKP mengembalikan legalitas cantrang. “Jangan dianggap nelayan yang memakai alat tangkap cantrang itu sebagai pencuri. Karena memang alat tangkap cantrang sejak semula legal. Makanya nelayan Lamongan terus berjuang melawan keputusan KKP, dan yang bisa menumbangkan keputusan itu hanyalah presiden," katanya.
Agus menjamin, aspirasi yang disampaikan melalui orasi kepung istana disampaikan santun dan tertib. Apa yang akan dilakukan massa nelayan Lamongan ini untuk memperjuangan hak dan mendapatkan solusi yang lebih adil. Dampak larangan itu cukup besar terhadap semua lini kehidupan, nelayan, pedagang, pedagang oprokan (pedagang ikan ) sampai soal sekolah anak - anak keluarga nelayan.
Agus berharap Presiden Joko Widodo bisa menemui massa nelayan dengan memberikan jawaban yang berpihak para nelayan. Jika demo kepung istana tidak ada hasilnya,.nelayan memastikan akan meminta perlindungan pada pemerintah daerah.
"Ya jangan dioperasi dan beri kebijakan sesuai harapan nelayan," katanya.
Agus mengatakan, payang adalah kehidupan mereka dan cantrang tidak merusak ekosistem laut. Dengan aksi kepung istana, nelayan berharap Jokowi membuka hati.
Sekretaris HSNI Lamongan, Mukhlisin Amar mengaku tidak bisa menghalangi kemauan nelayan demo ke istana. Itu merupakan hak masyarakat nelayan untuk memperjuanhkan haknya." jelasnya.(har).


0 komentar: