Jumat, 05 Januari 2018

Motor Terlindas Truk, Sekeluarga Tewas

SHARE


Banyuwangi - Suasana haru masih dirasakan keluarga korban lakalantas antara sepeda motor Nopol  P 4341 dengan Truk Tronton DR 8791 AF yang sarat muatan sembako seberat 30 ton di Jalan Raya Tabanan, Bali, Senin (1/1) sore.  Ketiga korban yang terdiri dari bapak, ibu dan anak itu meninggal di lokasi kejadian. Mereka adalah Zamhuri (35), Nurhasanah (35) dan Danish (2), anak keduanya, warga Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro,Banyuwangi.

Peristiwa di awal tahun baru ini, merupakan pukulan berat bagi keluarga korban. Pasalnya mereka berpergian ke Bali bertujuan untuk menjemput Reyhan (6), putra sulung korban yang sedang liburan sekolah akhir tahun.

Namun nasib berkata lain, ketiga korban keburu meninggalkan Reyhan untuk selama-lamanya setelah sepeda motor yang ditumpangi dilindas truk tronton yang melaju dari arah Gilimanuk tujuan Denpasar.

Saat itu Zamhuri yang membonceng istri dan anak keduanya berusaha mendahului truk tronton yang ada di depannya.Entah katrena dipicu rasa kangen kepada putra sulungnya sehingga Zamhuri nekat mendahului dari sebelah kiri truk tersebut hingga turun dari badan jalan. Tetapi nahas,  begitu kendaraannya akan naik badan jalan kembali, sepeda motornya tergelincir persis di bawah truk tronton.

Karena mendadak truk tronton itu tidak sempat mengurangi kecepatannya dan sempat melindas ketiga korban serta menyeret sepeda motor hingga beberapa meter. Korban meninggal langsung di tempat kejadian dengan kondisi sangat mengenaskan. Setelah menjalani pemeriksaan dan visum di Rumah Sakit Umum Daerah setempat, ketiga jenazah korban langsung diantar ke rumah duka di Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro.

Ketiga jenazah tiba, Selasa(2/1) pagi. Setelah disholatkan, ketiganya di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lerek Gombenbgsari.

Menurut Andi, kerabat dekat korban sejak Selasa (2/1) malam keluarga menggelar tahlilan untuk mendoakan ketiga korban agar diterima disisi Allah SWT. ‘’Acara tahlilan ini akan digelar hingga malam ketujuh meninggalnya korban,’’ ujar Andi.

Saat ini lanjut Andi, keluarga korban sangat sedih terutama ketika melihat Reyhan yang masih berusia 6 tahun dan baru sekolah di PAUD. Tetapi putra sulung korban harus menanggung kesedihan cukup mendalam.


‘’Hingga kini keluarga korban belum kuat untuk menyampaikan peristiwa yang dialami kedua orangtua dan adiknya itu,’’ ungkapnya sedih. (**)


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: