Sabtu, 20 Januari 2018

Luapan Sungai, 40 Rumah Warga Tergenang

SHARE


Situbondo, Motim
Akibat guyuran hujan deras yang terjadi sejak sore hingga malam hari, sebanyak 40 rumah warga yang tinggal di dekat bantaran sungai Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan dimasuki luapan air sungai, Kamis (18/1).
Luapan air yang arusnya cukup deras di rumah penduduk, mencapai ketinggian sekitar 50 centimeter, selain disebabkan oleh tingginya curah hujan, juga tangkis sungai yang kurang tinggi, sehingga saluran sungai tidak mampu menampung banjir yang datangnya dari Bondowoso ditambah Situbondo dan akhirnya meluap ke pemukiman warga.

“Luapan banjir yang masuk ke rumah mulai pukul 18.30 WIB dan arusnya cukup deras. Saya dan warga sekitar sampai panik mas, hingga mendatangi kantor BPBD Situbondo,” kata Sony Alfarizi (37), warga Kampung Krajan Desa Sumberkolak kepada Memo Timur, Jumat (19/1). 

Senada dengan Sony, Ketua Rt 02 Rw 03, Desa/Kecamatan setempat, Marzuki menuturkan, bahwa kejadian luapan air tersebut membuat warga kalang kabut untuk menyelamatkan barang-barangnya agar tidak terbawa arus. 

“Rumah warga yang tergenang ada sekitar 40 rumah, kejadian itu sangat mendadak dan membuat sejumlah warga menyelamatkan barang-barangnya. Maklum sudah trauma dengan kejadian  banjir tahun 2002 dan 2008,” ujar Marzuki.

Pantauan Memo Timur menyebutkan, luapan air sungai yang diakibatkan oleh derasnya hujan tidak hanya menggenangi puluhan rumah penduduk, melainkan juga menggenangi sekolah dasar.

Dikatakannya, meluapnya air sungai dikarenakan kurang tingginya tangkis yang ada di bibir sungai, sehingga jika debet air besar sungai tersebut tidak mampu menampung dan air akan meluap ke pemukiman warga dan sekolah.

Untuk itu, lanjut Marzuki, dirinya mendesak dinas terkait untuk segera memperbaiki tangkis sungai tersebut.

“Saya yakin, kalau tangkis itu tidak segera diperbaiki, maka setiap terjadi banjir air sungai ini akan tetap meluap seperti sekarang dan yang menjadi korban rumah penduduk,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kewaspadaan BPBD Situbondo, Gatot Trikorawan mengatakan, setelah menerima laporan terjadinya luapan air sungai yang menggenangi rumah penduduk, pihaknya segera berkoordinasi dengan petugas pengairan agar pintu air segera dibuka ke saluran pembuangan lainnya.

“Luapan air tadi malam hanya berlangsung sekitar satu setengah jam dan setelah itu air sudah mulai surut kembali,” kata Gatot Trikorawan.


Sementara itu, salah seorang anggota DPRD  Situbondo, Supeno mengatakan, bahwa untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya akan meminta dinas terkait untuk segera memperbaiki tangkis sungai yang kurang tinggi tersebut.

“Saya minta dinas terkait segera meninggikan tangkis di bantaran sungai itu, sehingga saat hujan lebat dan debet air sungai besar tidak lagi meluap ke rumah warga,” ujar politisi dari Partai Gerindra.(gik)



SHARE

Author: verified_user

0 komentar: