Selasa, 23 Januari 2018

Komisi III Sidak Jembatan Ki Ronggo, Ini Hasilnya

SHARE


Bondowoso, Motim
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Jembatan Ki Ronggo, Selasa(23/1) kemarin. Mereka melihat langsung jembatan Ki Ronggo yang berdiri kokoh, juga lokasi wisata kuliner yang mulai ramai dikunjungi masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Syamsul Hadi usai sidak mengatakan jembatan Ki Ronggo sangat bagus dan layak menjadi destinasi wisata baru. Selain itu, keberadaan kuliner di sisi jembatan juga danggapnya bagus karena menjadi wisata kuliner yang akan banyak dikunjungi masyarakat.

“Jembatan Ki Ronggo ini sangat bagus dan layak menjadi destinasi wisata kuliner di Bondowoso,” ujar Syamsul Hadi saat diwawancara Memo Timur kemarin.

Bahkan, Syamsul Hadi juga berharap Bondowoso memiliki beraneka ragam wisata kuliner yang unik dan menarik yang patut didatangi para pecinta kuliner. Sehingg wisata kuliner ini menyuguhkan fasilitas menarik demi mencuri perhatian masyarakat. Misalnya disedikan lokasi pancing sebagai fasilitas pelengkap agar para penyuka mancing bisa melakukan hobinya sekaligus bersantap di sisi Jembatan Ki Ronggo.



“Tempat ini juga sangat bagus dilengkapi tempat pancing sehingga menjadi satu tempat makan sekaligus refreshing yang cocok bagi keluarga,” tambahnya.
Ditanya soal pengawasan yang dilakukan DPRD, Syamsul Hadi mengatakan, dalam proses pekerjaan, elektabilitas itu terjadi karena adanya pengawasan yang mengikat. Setelah pengawasan tentu harus ada perawatan. Terkait amblesnya sisi sebelah barat Jembatan Ki Ronggo beberapa waktu lalu, Syamsul menegaskan sangat normal saja tidak parah dan masih bisa ditolerir.

"Setelah kita awasi, aman-aman saja. Kalaupun ada tapi masih bisa ditolerir dan masih sangat normal," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso, Drs. H. Karna Suswandi, mengaku terbuka pada pengawasan yang dilakukan DPRD.

"Kami senang karena bisa diawasi program yang dilakukan oleh Dinas PUPR. Ini menjadi masukan yang sangat bermanfaat sehingga ke depan bisa lebih baik lagi," tambahnya.



Karna menjelaskan amblesnya sisi kanan Jembatan Ki Ronggo disebabkan oleh urukan pada tangga yang belum padat 100 persen. Usai ambles, Dinas PUPR segera melakukan pemadatan menggunakan stemper karena kondisi beton yang masih basah.

"Disisi lain ada pelapukan pada penyangga beton. Begitu terjadi pelapukan maka terjadi penurunan yang secara alami memadatkan, dan itu bagus," sambungnya.

Karena itu lanjut Karna, Dinas PUPR segera melakukan pemadatan menggunakan mesin gilas. "Sehingga bisa dipadatkan dengan kondisi empat ton," pungkasnya. (cw3)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: