Senin, 08 Januari 2018

Jember Dapat Tambahan Pupuk 737 Ton

SHARE


Jember - Selama ini, kelangkaan pupuk masih sering terjadi di Jember. Menanggapi persoalan itu, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur menambah stok pupuk sebesar 737 ton. Diharapkan, petani yang biasanya butuh pupuk untuk awal musim tanam bulan Januari 2018 ini, tidak khawatir lagi. Karena kemungkinan kebutuhan pupuk di Jember bisa terpenuhi.

“Untuk awal tahun ini saya harapkan petani tidak perlu khawatir soal pupuk. Bulan Januari 2018, PKT sudah mulai melakukan pendistribusian,” demikian diungkapkan Nursalim, Assistent Account Executive Pupuk Kalimantan Timur yang menjadi distributor urea di Jember.

Menurutnya, pendistribusian itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan petani yang diprediksi untuk bulan Januari 2018 cukup tinggi. Dengan langkah tersebut, diharapkan tidak ada lagi kelangkaan pupuk di petani. “Sambil menunggu SK Dinas Pertanian Jember terbit, maka tetap dilakukan penyaluran kepada petani di bawah,” jelas Nursalim.

Untuk tahun 2018 ini, lanjut Nursalim, sesuai surat Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur pada tanggal 22 Desember 2017 tentang alokasi pupuk untuk daerah, Jember mendapatkan tambahan. “Jember mendapatkan alokasi pupuk Urea sebanyak  95.878 ton. Ada kenaikan 737 ton dari pada tahun sebelumnya,” jelas Nursalim.

Sementara sesuai surat dari Dirjen Prasarana Kementan pada 29 Desember 2017 isinya menjelaskan, jika memang belum ada SK maka harus tetap dilayani. “Yakni dengan menggunakan dasar alokasi tahun sebelumnya. Tetapi yang dilayani untuk kelompok tani yang sudah menyusun RDKK,” tegasnya.

Nursalim meyakini bahwa petani di Jember semuanya sudah mengirimkan RDKK kepada pemerintah. Apalagi, kini ada e-RDKK dari Kementerian Pertanian yang bisa selalu dipantau online oleh pemerintah dan juga distributor. Hal ini tentu akan lebih memudahkan pihaknya untuk memantau pendistribusian pupuk kepada petani.

Nursalim juga mengaku sudah sangat siap jika memang ada kebutuhan pupuk oleh petani. Untuk stok pupuk urea di gudang lini 3 Kabupaten di tiga gudang Produsen PKT sebanyak 12.779 ton. “Diperkirakan cukup untuk satu bulan kedepan,” jelasnya. Dengan stok sebanyak itu, Nursalim kembali meminta kepada petani untuk tidak khawatir lagi.

Dia juga berharap, penyaluran pupuk bisa seperti tahun 2017 lalu yang relatif lancar dan tanpa ada keluhan dari petani. “Syukur Alhamdulillah penyaluran pupuk selama 2017 Aman,” jelasnya. Selama tahun 2017 kemarin, ada sisa pupuk urea sebanyak 150 ton dari alokasi.

Tidak terserapnya pupuk itu, kata Nursalim, bukan karena tidak dilakukan distribusi pihaknya. Namun karena kebutuhan di lapangan tercukupu. Selain itu, juga ada beberapa kecamatan dan kelompok tani yang baru melakukan pemupukan pada bulan Januari 2018, sehingga memakai alokasi tahun 2018.

Pada kesempatan itu, Nursalim juga mengapresiasi kerja Pemkab Jember dan Komisi Pengawasan dan Pengendalian  Pupuk (KP3). “Bersyukur Kabupaten Jember bisa antisipasif. Sehingga di 2017 lalu kebutuhan pupuk bisa tercukupi,” terangnya. Dimana alokasi pupuk urea tahun 2017 awalnya hanya 79.620 ton. Namun karena ada permintaan dari Pemkab Jember, sehingga ada tambahan pupuk pertama sebanyak 13.380 ton dan kedua 2.141 ton.

“Jadi total menjadi 95.141 ton. Realisasi penyaluran sampai akhir Desember 2017 sebanyak 94.991 ton atau sekitar 99.84 persen,” pungkasnya.
Imam Suyuti anggota Komisi B DPRD Jember berharap tidak ada kelangkaan pupuk lagi terjadi di Jember. “Biasanya di awal tahun ada kesulitan pupuk. Semoga saja tahun ini tidak terjadi,” harap Imam Suyuti. Dirinya yang juga petani mengatakan, pupuk di awal tahun ini memang dibutuhkan oleh petani karena sebagian besar akan memulai masa tanam di Januari 2018 ini.
Pihaknya berharap sudah ada kebijakan dari pemerintah dan juga distributor terkait dengan pendistribusian pupuk di awal tahun ini. Apalagi, biasanya di awal tahun ada kendala terkait dengan belum ditetapkannya kuota pupuk oleh pemerintah untuk Jember. “Tapi kalau RDKK sepertinya sudah terkumpul semua,” jelas Imam. (sp)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: