Senin, 08 Januari 2018

Jember Dikepung Banjir

SHARE


Jember - Hujan deras yang turun sejak pukul 14.00 WIB, Sabtu (06/1), mengakibatkan sejumlah wilayah di Jember banjir. Salah satu banjir cukup parah terjadi di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates. Akibat kejadian itu, arus lalulintas dari arah Surabaya – Jember maupun sebaliknya, terganggu. Bahkan beberapa kendaraan seperti sepeda motor, mogok setelah nekad menerobos genangan air.

Agar tidak terjadi kemacetan parah, polisi terpaksa melakukan penutupan sisi utara jalan mulai dari Perempatan Mangli hingga di depan Mangli Djaja Raja, timur Polsek Kaliwates. Kendaraan ini dialihkan ke jalur selatan yang sedianya hanya digunakan untuk satu arus dari arah Jember – Surabaya.

Praktis, jalur sebelah selatan itu menjadi sempit dan arus lalulintas padat merayap. “Kami sengaja melakukan pengalihan arus ini, karena banjir cukup tinggi. Ini untuk mengurai kemacetan,” ungkap Kasatlantas Polres Jember AKP Prianggo Parlindungan Malau, saat dihubungi wartawan Sabtu kemarin.

Diakuinya, bahwa pengalihan arus itu hanya bersifat sementara hingga air surut. Akhirnya, sekitar pukul 18.00, air mulai surut dan arus lalulintas kembali normal. “Karena airnya sudah surut, arus lalulintas kita kembalikan seperti semula. Sekitar pukul 18.00, arus lalulintas sudah kembali normal,” jelas Prianggo.

Hujan deras juga mengakibatkan genangan dan merendam belasan rumah di RT 2 dan RT 5 RW 8, Lingkungan Condro, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates. Menurut Wildan Hisbullah Sukwa, warga sekitar, air mulai masuk ke rumah warga sejak pukul 14.00 WIB. “Warga langsung mengeluarkan barang-barang ke area yang lebih tinggi,” tuturnya.

Menurut Wildan, banjir hingga mencapai ketinggian leher orang dewasa. Apalagi, daerah ini berada di dataran rendah. Kejadian banjir genangan ini terjadi cukup tinggi selama dua jaman lebih. Sekitar pukul 16.30 WIB, air mulai mulai surut.

“Hingga saat ini (Sabtu pukul 18.00 WIB) warga masih membantu mengeluarkan air dari dalam rumah,” jelasnya. Bukan hanya itu, dirinya dan sejumlah relawan yang datang juga membantu membersihkan rumah warga yang baru saja kebanjiran itu.

Ada dua rumah yang terlihat cukup parah. Yakni rumah milik Bu Ani/Misbah dan pak Salamun. “Dua rumah ini mau roboh. Karena memang dindingnya gedek dan dari bambu,” jelasnya. Sehingga untuk sementara warga memasang penyangga agar tidak sampai roboh.

Banjir juga terjadi di wilayah Kecamatan Sumbersari. Di daerah kampus Jalan Jawa, air menggenangi jalan dan mengakibatkan arus lalulintas terganggu. Meskipun sudah dilakukan perbaikan drainase di daerah tersebut dengan box cluvert, namun sepertinya masih belum terlalu efektif untuk mengurangi banjir.

Jalan Jawa pun seperti sungai karena banjir genangan ini. Hal itu sempat membuat sejumlah kendaraan roda dua tidak berani melintas. Sehingga beberapa pengendara memilih menunggu air surut.

“Padahal, sudah selesai garapan gorong-gorong, tapi ternyata masih banjir juga,” ucap Asep, salah satu penjaga warung di Jalan Jawa. Meski begitu, Asep mengaku bersyukur karena air tidak sampai masuk ke dalam warungnya. “Hanya sampai menutupi trotoar saja namun memang cukup mengganggu lalu lintas,” ungkap Asep. (sp)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: