Jember, MotimNews. Puluhan relawan bencana dari berbagai komunitas dan organisasi pecinta alam di Kabupaten Jember, sejak hari Jumat (13/4) hingga Minggu (15/3), mengikuti kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) Vertical Rescue di Kantor Basarnas Jember.
Dalam diklat tersebut, peserta menjalani pelatihan tentang teknik evakuasi (memindahkan ke lokasi yang lebih aman), yakni objek (baik barang maupun manusia/korban) dari titik rendah ke titik yang lebih tinggi atau sebaliknya.
Dimana proses tersebut dijalani pada medan yang curam atau terjal, baik kering maupun basah. Pelatihan tersebut juga merupakan bagian dari operasi SAR (search and rescue).
Kepala Basarnas Jawa Timur - Prasetya Budiarta usai membuka kegiatan diklat tersebut menyampaikan, kegiatan pelatihan yang dilakukan tersebut disambut baik olehnya, karena dimotori oleh gabungan relawan SAR Organisasi Pecinta Alam (SAR OPA) se-Kabupaten Jember.
Prasetya menyampaikan, kegiatan pelatihan tersebut, juga baru pertama kalinya dilakukan di Kabupaten Jember, dan diharapkan dengan adanya pelatihan ini, relawan ataupun anggota Basarnas dapat mengetahui cara yang benar mengenai teknik Vertical Rescue.
“Kegiatan ini adalah latihan gabungan untuk SAR OPA organisasi pencinta alam kaitannya dengan vertical rescue. Kegiatan ini sangat baik untuk para relawan,” kata Prasetya.
“Kami ingin meningkatkan kompetensi relawan, semangat saja tidak cukup tanpa diimbangi kemampuan karena itu relawan harus mempunyai kemampuan lebih untuk menolong korban. Jangan sampai relawan justru menjadi korban saat operasi SAR,” sambungnya.
Nantinya para peserta sendiri, kata Prasetya, akan dilatih berbagai teknik penyelamatan korban dari ketinggian, dan didampingi oleh instruktur dari Basarnas. Selain kegiatan latihan luar ruangan, sebelumnya juga akan dilakukan kegiatan diklat yang dilakukan di dalam ruangan.
Kemudian pada hari terakhir, lanjutnya, peserta diklat baru akan melakukan praktek langsung dengan menggunakan fasilitas pelatihan yang ada di Pos SAR Jember.
Diketahui diklat ini diikuti oleh 40 peserta, dimana 4 diantaranya adalah relawan perempuan. Kedepan setiap relawan yang telah mendapatkan pelatihan tersebut, akan diuji kompetensi oleh pihak Basarnas Jawa Timur.
Diharapkan para peserta nantinya juga akan mendapatkan sertifikasi tentang kemampuan untuk melakukan teknik Vertical Rescue.
“Kita tahun ini sudah akan memulai uji kompetensi relawan. Untuk kegiatan ini adalah sebagai cikal bakalnya. Nantinya ke depan, akan ada sertifikasinya sebagai pendukung,” kata Prasetya.
Sementara itu saat dikonfirmasi secara terpisah, inisiator kegiatan diklat Vertical Rescue Wiwid mengatakan, pelatihan tersebut dilakukan, karena Kabupaten Jember tidak memiliki relawan berkemampuan Vertical Rescue.
“Ide diklat ini muncul dari kegelisahan relawan SAR OPA, dan relawan pintu merah. Jember yang wilayahnya berada dalam zona merah namun tidak mempunyai relawan berkeahlian Vertical Rescue,” jelas Wiwid. Padahal topografi wilayah di Kabupaten Jember adalah pegunungan dan lembah, sehingga dibutuhkan kemampuan khusus untuk menjalani pelatihan SAR dengan kemampuan Vertical Rescue.(ata)
0 komentar: