Rabu, 10 Januari 2018

Jembatan Serambi Winongan Memprihatinkan

SHARE


Pasuruan, Motim
Kondisi  jembatan beton di Dusun Serambi Winongan Kecamatan Winongan cukup memprihatinkan serta dapat membahayakan warga yang melintasinya. Pasalnya jembatan tersebut mulai rusak serta terlihat berlubang pada bangunannya.
Bahkan, akses armada tambang yang diduga selalu overload saat melintasi Jembatan Serambi  itu menimbulkan kekhawatiran sejumlah warga dan pengguna jalan.

Meskipun kondisi Jembatan Serambi sudah berbahaya itu namun ratusan dumptruk bermuatan lebih dari 14 ton tetap memaksa melintas jembatan secara bersamaan. Imbauan petugas DLLAJ, yang disampaikan agar kendaraan melintas bertonase maksimal 8 ton diabaikan para sopir.

Tokoh masyarakat Desa Winongan, Gus Birbig mengusulkan, agar tonase kendaraan benar-benar standart sesuai dengan kelas jalan agar jalan dan jembatan bisa awet.

"Kendaraan armada tambang sebaiknya bisa menyesuaikan kelas jalan agar jembatan dan jalan bisa awet,”  katanya.

Namun, usulan tersebut dipastikan akan mendapat penolakan ataupun tak didengarkan, mengingat armada tersebut bekerja sesuai tonase yang diangkut. Tak hanya itu, lebih dari ribuan warga Kampung di sekitar Winongan terancam terisolir karena kondisi jembatan yang biasa digunakan cukup memprihatinkan.

Jembatan yang berada di atas Sungai Rejoso itu menghubungkan Desa-Desa sekitar Winongan, dengan panjang mencapai sekitar 10 meter, ketinggian permukaan air lebih dari 3 meter dan kedalaman air mencapai 2 meter, terutama saat turun hujan.

”Lama, tak pernah ada bantuan dari pemerintah,”  ucap Yanto (35) warga setempat.
   
Menurut dia, ada satu jalan lain menuju Desa Winongan maupun sebaliknya namun jaraknya lebih dari tiga kilometer ke jalan desa," terangnya. (ko/sk)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: