Rabu, 10 Januari 2018

Cuaca Buruk Ganggu Nelayan

SHARE

Tulungagung, Motim
Selama tiga hari terakhir, ratusan nelayan di Teluk Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung enggan melaut mencari ikan ke laut lepas. Hal omo dikarenakan aliran arus bawah laut sampai kedalaman 50 meter sangat kencang.

Kencangnya arus menyebabkan jaring yang ditebar nelayan tidak mengembang, sehingga banyak ikan yang tidak terjaring. Warni, salah seorang nelayan, mengatakan kondisi ini diperparah angin di tengah laut yang berembus sangat kencang dan tinggi gelombang mencapai 2-5 meter.

Nelayan hanya bisa pasrah dan memilih menambatkan perahu serta kapalnya di dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) sambil menunggu kondisi tersebut kembali normal. Imbas dari kondisi itu, aktivitas pelelangan ikan di PPI juga sepi. Tampak sejumlah nelayan dan pedagang ikan duduk santai.

“Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ada juga yang nekat melaut, tapi tidak sampai ke tengah. Paling jauh sekitar 10 mil saja, di sekitar Teluk Popoh,” ujar Warni.

Karena tidak sampai ke lautan lepas, hasil ikan yang didapat pun turun drastis. Tak jarang bahkan mereka pulang dengan tangan hampa. Dalam kondisi seperti ini ikan yang didapat rata-rata 10 hingga 12 kilogram saja. “Padahal dalam kondisi cuaca bagus, mampu mendapat ikan sebanyak satu kuintal lebih,” jelas Warni.

Minimnya hasil tangkapan ikan ini dikeluhkan oleh para nelayan, karena tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Warni memperkirakan, kondisi seperti ini masih akan terjadi hingga bulan Februari mendatang. (sutarto/agus)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: