Jember - Guna memberikan rasa aman dan nyaman para penumpang selama liburan tahun baru, petugas gabungan yakni Satlantas Polres Jember, Satreskoba, dan Dinas Perhubungan Jember, menggelar sidak ke Terminal Tawangalun, Minggu (31/12) siang. Sidak ini untuk melihat kelaikan kendaraan umum seperti bus, sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada awak bus.
Kegiatan ini dipimpin langsung Kabag Ops Polres Jember Kompol M Lutfi, Kasatlantas AKP Prianggo Parlindungan Malau, serta Kasatreskoba AKP Miftahul Huda. Sementara untuk pemeriksaan kesehatan, Polres Jember menerjunkan Dokter Kesehatan (Dokkes) Polres Jember. Dalam pemeriksaan ini, petugas juga ingin mengetahui apakah sopir mengkonsumsi obat-obat terlarang atau tidak.
Dalam kegiatan itu, petugas harus mendatangi setiap bus dan meminta sopir serta kondektur bus untuk berkumpul. Karena rata-rata mereka enggan untuk mengikuti tes kesehatan sekaligus tes urine. Setelah petugas mendatangi satu persatu, akhirnya sopir berikut kondektur mau berkumpul sekaligus memeriksakan kesehatan dan tes urine.
Menurut Lutfi, dalam sidak itu pihaknya masih menemukan adanya bus yang kurang laik jalan dan mengabaikan keselamatan penumpang. “Kita menemukan bus yang tidak menyiapkan alat pemadam ringan, martil dan kotak obat-obatan. Padahal itu sangat penting,” jelas Lutfi, didampingi Kasatlantas AKP Prianggo.
Bahkan meski ada alat pemadam di dalam bus, ternyata alat itu sudah tidak berfungsi. Pada kesempatan itu, petugas juga melakukan pengecekan terhadap ban bus. “Untuk ban yang sudah aus, kita minta untuk segera diganti. Karena kalau tidak segera diganti, itu jelas sangat berbahaya,” ungkap Lutfi.
Sementara itu AKP Prianggo menjelaskan, tes urine dan cek kelengkapan bus tersebut untuk mengetahu sejauh mana kondisi kesehatan para sopir bus. “Jika kondisi sopir bus tidak memungkinkan, ya kita minta untuk istirahat saja sekaligus kita beri obat secara gratis. Karena kalau dipaksakan jelas berbahaya. Ini menyangkut keselamatan para penumpang juga,” kata Prianggo.
Untuk pengecekan kelaikan bus, pihaknya juga menemukan bus yang lampunya hanya hidup satu. “Sedangkan alat pemadam yang ada di dalam bus rata-rata tidak berfungsi. Salah satunya pemadam yang sempat kita ternyata sama sekali tidak berfungsi. Karena isinya kosong,” jelas Prianggo.
Untuk yang kondisinya sangat berbahaya, Prianggo memerintahkan supaya langsung dilakukan penggantian. “Kalau yang tidak terlalu berbahaya, kita juga minta untuk segera dilengkapi, seperti alat-alat pemadam di dalam bus, martil dan kotak obat-obatan,” tegasnya. Bahkan, pihaknya juga akan segera berkirim surat kepada pihak Perusahaan Oto Bus. (sp)
0 komentar: