Jumat, 19 Januari 2018

Awal Tahun, Temukan 4 Kasus Difteri

SHARE
Lumajang, Motim
Wabah penyakit difteri terjadi di Lumajang. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang menyebutkan, sepanjang 2017 ditemukan ada 11 kasus. Sementara di awal tahun 2018, sudah ada 4 kasus yang ditemukan.

Kepala Dinkes Lumajang dr. Triworo Setyowati menyampaikan, penderita difteri menyebar di beberapa kecamatan di Lumajang. Untuk 4 kasus terbaru, penderita diantaranya berada di wilayah Kecamatan Lumajang dan Kecamatan Randuagung.

Penanganan penderita difteri di Lumajang selama dua tahun terakhir sudah dilakukan intensif. Penderita dirawat di ruang isolasi di rumah sakit agar tidak menular. Sejauh ini, semua kasus bisa ditangani dengan baik. “Alhamdulillah tidak sampai ada kematian,” katanya, Kamis (18/1).

Lanjutnya, penyakit ini bisa menular melalui air ludah. Untuk itu, penanganan atau pendampingan kepada si penderita dilakukan dengan hati-hati. Agar tidak menular kepada orang yang berada disekitarnya.

Sementara untuk pencegahan wabah difteri di Lumajang, akan dilakukan imunisasi difteri sepanjang Februari depan. Sasarannya adalah usia 1 sampai 19 tahun. Imunisasi dilakukan serentak se-Jawa Timur.

DSeperti diketahui Jawa Timur sudah ditetapkan KLB (Kejadian Luar Biasa) Difteri oleh gubernur. Mengingat, selaian Lumajang ada beberapa kota/kabupaten yang sudah terwabah penyakit ini.

“Di Lumajang sasarannya mencapai 200 ribu orang,” kata Triworo pada sejumlah wartawan.
Imunisasi akan dilakukan 3 putaran di tahun ini. Pada Februari, Juli, dan November. Petugas imuniasi dari jajaran kesehatan. Pelaksanannya bisa di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, maupun di sekolah-sekolah yang akan didatangi petugas.

“Nanti juga bisa keliling. Akan kita datangi,” ungkapnya saat dijumpai di Pemkab Lumajang.
Ia menjelaskan, difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan. Bakteri yang menginfeksi yakni corynebacterium diphtheriae. “Lingkungan yang kotor bisa menjadi penyebab bekteri tersebut masuk kedalam tubuh,” jelasnya.

Gejala penyakit ini diawali dengan rasa sakit di tenggorokan hingga membengkaknya kelenjar getah bening. Kemudian bisa menyebabkan tubuh si penderita mengalami demam dan lemas. (fit)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: