Kamis, 18 Januari 2018

Ambulans Desa Serempet Mobil Warga

SHARE


Jember, Motim
 Salah satu mobil ambulans desa di Kecamatan Tempurejo menyerempet mobil milik Nur Ahsin, warga Desa/Kecamatan Jenggawah, Rabu siang (17/1). Kejadian tersebut terjadi di depan markas Batalyon Arteleri Medan (Yon Armed 8/105), dan diduga sopir ambulans tidak mahir dalam mengendarai mobil.

Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Nur Ahsin menyampaikan, saat dirinya mengendarai mobil menuju kantor Imigrasi Jember, dari belakang mobilnya ada mobil ambulans dengan sirine menyala bermaksud untuk menyalip mobilnya. Mengetahui ada mobil ambulans tersebut, Nur Ahsin pun memberikan kesempatan dengan minggir ke arah kiri.

“Saat itu kami sama-sama dari arah selatan, mobil ambulans itu bermaksud untuk menyalip mobil saya. Segera saya pun meminggirkan mobil untuk memberikan kesempatan jalan. Karena di depan ada tanda pembatas jalan, mobil ambulans itu tiba-tiba banting stir ke kiri dan menyerempet pintu dekat sopir dan bodi depan mobil saya,” ujar Ahsin menceritakan kronologis kejadian.

Akibatnya, kata Ahsin, pintu mobil miliknya tidak bisa dibuka karena penyok. “Mobil saya pintu dekat sopir itu rusak (akibat diserempet mobil ambulans itu). saya pun kemudian berusaha mengejar mobil ambulans itu. Tetapi tidak terkejar, karena ngebut! Sementara mobil ambulans apanya yang penyok atau rusak saya tidak tahu. Saya hanya tahu mobil ambulans itu masih baru (pengadaan Pemkab Jember dari APBD 2017), dan ada foto Bupati Faida,” jelasnya.

Apakah mobil ambulans tersebut mengantar pasien atau tidak, lanjutnya, dirinya tidak mengetahui jelas. Namun dirinya berasumsi, dengan sirine dihidupkan artinya mobil ambulans tersebut terburu-buru untuk mengantar pasien.

“Dari kejadian itu, mungkin sopir (ambulans) nya masih belajar. Selain itu di depan Armed itu ada pembatas jalan, jadi sopirnya itu banting stir ke kiri berusaha menghindari pembatas jalan agar tidak ditabrak,” tukasnya.

“tetapi yang terjadi malah mobil saya yang jadi korban,” sambungnya.

Dengan kejadian tersebut, Ahsin menyayangkan sopir ambulans yang dinilai tidak mahir dalam mengendarai mobil ambulans. Sehingga sebagai upaya meminta pertanggung jawaban, kata Ahsin, pihaknya berencana besok (hari ini,red) untuk melaporkan sopir ambulans tersebut ke kantor desanya.

“Saya mau cari sopirnya. Karena untuk memperbaiki mobil saya, biaya Rp 500 ribu saja tidak cukup! Saya tahunya (mobil ambulans desa) itu, adalah mobil ambulans desa yang baru dari bupati. Saya punya saksi 5 orang yang satu mobil dengan saya. Jika tidak ada etikat baik, baru saya akan melaporkan kepada polisi, agar ada tindakan hukum,” tegasnya.

Lebih jauh Ahsin menyampaikan, melihat kerusakan yang dialami mobilnya, pihaknya juga mengkhawatirkan kondisi pasien yang dibawa dalam mobil ambulans tersebut.

“Mobil saya saja rusaknya parah seperti ini, apalagi pasien yang dibawa di dalamnya, bisa jadi malah terguling-guling di dalam mobil ambulans itu. Ngawur sopirnya itu,” tandasnya. (cw2)

 

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: