Jember, Motim - Sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK) yang terkena bencana angin puting beliung, Kamis (28/12), mendapatkan bantuan sembako dari Dinas sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember.
“Sebanyak 31 KK yang terkena bencana angin Puting Beliung di Dusun Sumuran, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kamis sore (28/12) mendapatkan bantuan berupa sembako oleh Dinas Sosial Kabupaten Jember. Sambil menunggu bantuan material dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) yang akan diberikan sekitar satu hingga dua hari lagi,” kata Camat Ajung Slamet Wijoko saat ditemui wartawan Memo Timur dilokasi pemberian sembako, Jum’at siang (29/12)
Menurut Slamet, saat penyerahan sembako kepada korban bencana puting beliung, dia didampingi oleh Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamtan (TKSK) Dinas Sosial Jember, Petugas Puskesmas Ajung, SatPol PP Kecamatan Ajung, Kepala Desa Ajung, Babinsa Desa Ajung dan Ketua RT/RW dusun Sumuran.
“Bantuan berupa sembako di luar dari BPBD Jember, namun pihak BPBD Jember akan memberikan bantuan berupa material bangunan seperti Genteng 9600, Asbes sebanyak 58 buah, Kayu Usuk 30 batang, Batu Bata sebanyak 500 buah, Semen 5 Sak dan Kayu Bubung sebanyak 12 batang. Saya meminta kepada warga yang terkena bencana untuk bersabar dulu,” pinta Slamet
Slamet mengatakan, sementara korban memperbaiki rumah yang terkena angin puting beliung di bantu tetangga sekitar rumah. Dengan sisa bahan material yang masih layak di pakai, atau beberapa material yang masih bisa dimanfaatkan.
“Untuk sementara korban bencana memakai sisa material yang masih layak dipakai, untuk di pasang kembali. Karena saya sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD Jember, agar bantuan segera bantuan material di realisasikan. Kurang lebih satu atau dua hari material akan datang, kami akan berikan kepada korban yang ruamhnya rusak akibat bencana angin puting beliung,” tegas Slamet.
Slamet mengimbau kepada masyarakat, agar selalu mewaspadai bila cuaca mulai buruk. Mengingat di Kecamatan Ajung, sudah dua kali terjadi musibah bencana selama setahun. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya berupa kerugian material, masyarakat harus tetap waspada.
“Kepada semua kepala dusun dan RT/RW saya mengharapkan, agar memberitahukan kepada warga yang memiliki pohon besar. Untuk memotong kayu-kayu yang berpotensi mengakibatkan bencana,” harapnya. (*)
“Sebanyak 31 KK yang terkena bencana angin Puting Beliung di Dusun Sumuran, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kamis sore (28/12) mendapatkan bantuan berupa sembako oleh Dinas Sosial Kabupaten Jember. Sambil menunggu bantuan material dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) yang akan diberikan sekitar satu hingga dua hari lagi,” kata Camat Ajung Slamet Wijoko saat ditemui wartawan Memo Timur dilokasi pemberian sembako, Jum’at siang (29/12)
Menurut Slamet, saat penyerahan sembako kepada korban bencana puting beliung, dia didampingi oleh Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamtan (TKSK) Dinas Sosial Jember, Petugas Puskesmas Ajung, SatPol PP Kecamatan Ajung, Kepala Desa Ajung, Babinsa Desa Ajung dan Ketua RT/RW dusun Sumuran.
“Bantuan berupa sembako di luar dari BPBD Jember, namun pihak BPBD Jember akan memberikan bantuan berupa material bangunan seperti Genteng 9600, Asbes sebanyak 58 buah, Kayu Usuk 30 batang, Batu Bata sebanyak 500 buah, Semen 5 Sak dan Kayu Bubung sebanyak 12 batang. Saya meminta kepada warga yang terkena bencana untuk bersabar dulu,” pinta Slamet
Slamet mengatakan, sementara korban memperbaiki rumah yang terkena angin puting beliung di bantu tetangga sekitar rumah. Dengan sisa bahan material yang masih layak di pakai, atau beberapa material yang masih bisa dimanfaatkan.
“Untuk sementara korban bencana memakai sisa material yang masih layak dipakai, untuk di pasang kembali. Karena saya sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD Jember, agar bantuan segera bantuan material di realisasikan. Kurang lebih satu atau dua hari material akan datang, kami akan berikan kepada korban yang ruamhnya rusak akibat bencana angin puting beliung,” tegas Slamet.
Slamet mengimbau kepada masyarakat, agar selalu mewaspadai bila cuaca mulai buruk. Mengingat di Kecamatan Ajung, sudah dua kali terjadi musibah bencana selama setahun. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya berupa kerugian material, masyarakat harus tetap waspada.
“Kepada semua kepala dusun dan RT/RW saya mengharapkan, agar memberitahukan kepada warga yang memiliki pohon besar. Untuk memotong kayu-kayu yang berpotensi mengakibatkan bencana,” harapnya. (*)
0 komentar: