Sabtu, 30 Desember 2017

Gropyok 10 Tikus, Petani Dapat Beras

SHARE


Lamongan, Motim - Hama tikus yang menyerang lahan pertanian seluas 608,95 hektare di Lamongan membuat para petani saat ini sibuk menanggulangi dengan berbagai cara. 

Salah satunya para petani di Desa Dradahblumbang, Kecamatan Kedungpring, melakukan aksi gropyokan tikus dengan iming-iming hadiah. Sepukuh tikus yang dihasilkan dapat ditukarkan dengan satu kilogram beras.

Gerakan aksi gropyokan tikus para petani dipelopori Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Lamongan, dengan membagikan 2.800 kilogram pestisida dan melakukan gerakan tangkap tikus.

“Terpenting pula, jangan patah semangat. Lamongan selama ini dikenal sebagai lumbung pangan karena jasa para petani yang selalu bekerja keras. Ini cobaan, agar kita tidak lupa untuk bersyukur dan ingat kepada yang memberi nikmat ketika hasil panen bagus," kata Bupati Fadeli, Jumat (29/12).

Fadeli menyebutkan, ada bantuan beras yang sebagian akan dibagi rata kepada petani yang sawahnya diserang hama tikus. Sebagian lagi nanti agar diberikan kepada yang berhasil menangkap tikus. “Tadi ada yang usul agar yang mendapat 10 tikus diberikan satu kilogram beras. Boleh itu, biar semangat, “ ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Aries Setiadi menjelaskan, serangan hama tikus terjadi di lahan seluas 608,95 hektare di 19 kecamatan. Dia menyebutkan serangan masih dalam skala ringan dan terjadi di beberapa titik.

Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan juga mengadakan pengamatan secara intensif terhadap tanaman yang ada di lahan sawah, dan mengadakan kegiatan pengendalian secara serentak. Gerakan gropyokan hama tikus itu dilakukan dengan menggunakan metode pengasapan belerang. Batangan belerang yang sudah dibakar dimasukkan di lubang tikus untuk membunuh tikus kecil dan memaksa tikus dewasa untuk keluar, sehingga mudah ditangkap

Jika dirinci, dari keseluruhan 608,95 ha tanaman yang terserang hama tikus, 15 hektare terjadi di Kecamatan Lamongan, 14 hektare di Kecamatan Turi, 125 hektare di Kecamatan Kembangbahu, dan 11 ha di Kecamatan Sugio.

Kemudian enam hektare di Kecamatan Tikung, 14,95 hektare di Kecamatan Sarirejo, 8 hektare di Kecamatan Sukodadi, 7 hektare di Kecamatan Pucuk, 75 hektare di Kecamatan Babat, 47 hektare di Kecamatan Sekaran, dan 13 hektare di Kecamatan Modo.

Selanjutnya 219 hektare di Kecamatan Kedungpring, 12 hektare di Kecamatan Kalitengah, 4 hektare Kecamatan Karangbinangun, 2 hektare di Kecamatan Ngimbang, 16 hektare Kecamatan Bluluk, 3 hektare di Kecamatan Maduran, 4 hektare di Kecamatan Sekaran dan 3 hektare di Kecamatan Laren. (*)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: