Situbondo, Motim. Bupati Dadang Wigiarto mengaku geram dengan banyaknya rumput
yang mati dialun-alun Situbondo, Dadang meminta
agar rekanan yang melaksanakan proyek itu untuk segera melakukan perbaikan,
agar rumput bisa tumbuh subur. Dadang mengancam agar dinas terkait tidak
menerima pekerjaan itu, sebeluma dilaksanakan sesuai kontrak.
"Saya sudah tegur Kepala Dinasnya agar jangan menerima
dulu paket pekerjaan itu, karena itu kan masih tanggung jawab rekanan yang haru
menyerahkan pekerjaannya dan Pemerintah meminta pekerjaannya itu harus sesuai yang
sudah tertuang di kontrak," tegas Dadang kepada wartawan, beberapa waktu
lalu.
Menurut Dadang, Pemerintah membetikan anggaran untuk proyek
rehabilitasi alun-alun Situbondo, yang salah satunya adalah penanaman rumput.
Dirinya sudah mewarning agar Kadis tidak menerima pekerjaan itu, sebelum rumput-rumput
tersebut bisa tumbuh dengan subur.
Pengamatan Memo Timur, memang banyak ditemukan rumput yang
tidak tumbuh sesuai harapan, rumput ini tampak terlihat gosong dan dimungkinkan
kurangnya proses penyiraman.
Selain penanaman rumput, proyek tersebut juga membangun
sejumlah fasilitas, termasuk membuat fasilitas track untuk permainan skate
board maupun roller skate.
Proyek senilai Rp 2,9 miliyar lebih itu dianggarkan memalui
APBD tahun 2018, dan melekat di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).
Kepala DPKP Sumadin, dihubungi wartawan mengakui jika
pihaknya sudah ditegur Bupati. Pihaknya telah memanggil pelaksana proyek
pertamanan itu agar segera memperbaiki dan mengganti tanaman rumput yang rusak
dan kering.
"Memang saya ditegur langsung oleh Bupati terkait
banyaknya rumput yang rusak dan mati. Setelah saya panggil kontraktornya,
katanya akan segera diperbaiki," tukasnya. (fin)

0 komentar: