Probolinggo, MotimNews. Sapi milik Esan (60), warga dusun Pohgosong, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran Kota Probolingg, Senin (23/4) dinihari raib dari kandangnya dicuri maling. Namun Esan enggan untuk melapor pencurian hewan miliknya kepada kepolisian setempat.
Kepada media ini Esan membeberkan, sapi lokal blesteran yang baru berumur 8 bulan miliknya senilai 17 juta rupiah, baru diketahui hilang dari kandangnya sekitar pukul 03.00 Wib dinihari. Padahal sebelumnya, sekitar jam 01.00 Wib dia mengaku masih keluar rumah untuk memberi makan sapinya itu.
"Sekitar pukul 01.00 Wib saya keluar rumah memberi makan, sapi itu masih ada. Jam 03.00 Wib saya bangun, dan keluar melihat lampu diteras rumah keadaan mati, padahal listrik tidak padam. Setelah itu saya menuju kandang sapi, melihat pintu kandang terbuka. Kemudian saya masuk, ternyata sapi saya sudah hilang dicuri maling," ungkap Esan, Selasa (24/4).
Dia menjelaskan, pencuri masuk kandang dengan cara mencongkel dinding kandang bagian depan. Kemudian keluar melalui pintu kandang.
"Sapi itu jenisnya lokal blesteran, baru umur 8 bulan, saya beli seharga 17 juta rupiah," katanya menambahkan.
Dari pantauan media ini, dinding kandang sapi milik Esan terbuat itu terbuat dari anyaman bambu, sehingga sangat mudah untuk dibuka dari depan.
Ditanya media ini kenapa tak lapor Polisi ? Esan menjawab, "tidak pak, saya tidak lapor ke Kepolisian. Saya pasrahkan saja kepada Yang Maha Kuasa.
"Semua ini saya serahkan kepada yang Maha Kuasa. Kalau sapi itu ketemu ya berarti itu rezeki saya, kalau tidak ketemu berarti bukan rezeki saya," kata Esan pasrah.
Menurut Esan, sapinya dicuri maling mungkin karena adanya perjudian cap jie kie yang hampir setiap malam digelar di Kedupok sekitar pohon randu yang ada di makam.
"Sapi saya dicuri maling mungkin adanya judi cap jie kie di Kedupok, disekitar pohon randu besar di makan itu," cetus Esan (sgh).

0 komentar: