Jember, MotimNews. Sempat gagal pada tahun 2017 lalu, rencana Pemkab Jember melakukan revitalisasi dilanjutkan pada tahun 2018 ini. Bahkan disiapkan anggaran sekitar Rp 125 miliar untuk melakukan revitalisasi terhadap 14 pasar di Jember.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pemkab Jember - Anas Ma’ruf kemarin siang. Dirinya menuturkan jika pihak Pemkab Jember akan melanjutkan revitalisasi yang memang menjadi salah satu program unggulan Pemkab Jember.
“Untuk tahun 2017 memang tidak sempat terealisasi karena sejumlah alasan,” jelas Anas, Selasa siang (24/4).
Sehingga dirinya mengatakan jika program itu akan dilanjutkan lagi tahun ini.
“Di Jember ada 31 pasar tradisional. Yang akan dilakukan revitalisasi tahun ini ada di 14 pasar,” jelasnya.
Dengan anggaran yang disediakan Rp 120 miliar. Pihaknya berharap jika untuk program ini diharapkan bisa tuntas pada akhir 2018.
Dirinya menuturkan jika untuk pasar yang direvitalisasi nantinya adalah sejumlah pasar yang tahun sebelumnya diusulkan.
“Nanti akan kita lelang kembali, sudah dianggarkan,” terangnya.
Diantaranya ada Pasar Kreongan, Pasar Mangli, dan Pasar Tanjung. Namun untuk Pasar Bangsalsari yang kemarin sempat dianggarkan, sepertinya tahun ini belum akan direvitalisasi.
Pihaknya mengatakan jika ada sejumlah pasar lain yang lebih mendapatkan prioritas. Selain pasar tersebut, juga ada Pasar Tanjung. Namun, melihat anggaran sudah masuk dalam Rp 120 miliar, sepertinya revitalisasi tidak akan dilakukan secara besar-besaran. Karena sebelumnya untuk pasar tanjung ini dianggarkan hingga Rp 200 miliar.
“Kalau pasar tanjung estimasinya membutuhkan Rp 30 miliar. Namun menunggu dari pihak konsultan,” terangnya. Kebutuhan berapa nantinya tentu disesuaikan dengan hasil konsultan tersebut.
Dirinya mengatakan jika untuk konsep tentu pihaknya akan menyesuaikan kepada sejumlah acuan yang ada.
“Disesuaikan dengan tipe pasar. Ada pasar tipe A, Tipe B dan sebagainya,” terangnya.
Kategori ini disesuaikan dengan jumlah pedagang. Tetapi nanti akan tetap disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.
Tetapi memang yang menjadi prioritas adalah para pedagang lama yang sudah berjualan disana. Sehingga nantinya revitalisasi ini bisa meminimilisir gesekan antara pedagang. Namun, mungkin saja jika memang ada alokasi yang lebih.
“Yang kosong mungkin bisa diisi oleh pedagang yang baru,” jelasnya.
Yang menarik, adalah revitalisasi yang dilakukan di Pasar Tegal Besar yang ada di Jalan Nias. Dimana selama ini pasar tersebut mati suri dan sama sekali tidak ada aktifitas perdagangan.
“Lokasinya yang ada di tengah perumahan, maka nanti akan kita sesuaikan revitalisasinya,” tutur Anas menambahkan.
Nantinya untuk revitalisasi dilakukan bukan hanya menarik pedagang yang prioritas dari PKL yang ada di sekitar kampus.
“Tetapi kita harapkan ada taman dan playground,” jelasnya. Sehingga dapat menarik masyarakat yang ada di sekitar untuk bersama dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pihaknya berharap dengan revitalisasi ini nantinya pedagang dan pembeli bisa memanfaatkan pasar dengan baik. “Nanti revitalisasi ini diharapkan membuat pasar menjadi lebih nyaman,” jelasnya. (ata)
0 komentar: