Kamis, 19 April 2018

Jenazah Micko Pratama Disambut Ribuan Bonek

SHARE
Sidoarjo, MotimNews. Pertandingan Persebaya melawan PS TNI di Bantul, Jumat (13/4/2018), menyisakan duka yang mendalam bagi suporter Persebaya yakni Bonek. Kelompok bonek yang melakukan estafet di hadang oleh sekelompok orang yang mengakibatkan Micko Pratama (17) warga Jalan Brigjen Katamso 4 Balongpoh Waru Sidoarjo, meninggal dunia di tempat kejadian. 

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (14/4) dini hari, di kawasan Surakarta sekitar pukul 00.30 WIB, saat rombongan bonek pulang menuju Surabaya. Sampai sekarang, belum diketahui pasti pemicu bentrokan antara bonek dengan warga.

Mariana ibu kandung dari Micko Pratama, mengatakan, saat penyerangan usai pertandingan Persebaya melawan PS TNI di Bantul, Jumat lalu, dirinya tidak mempunyai firasat apapun soal anaknya yang tewas saat hendak pulang ke Surabaya.

"Sama sekali tak ada firasat, cuma dia mau berangkat itu bilang, ini mbonek yang terakhir sambil cium tangan saya," ujar ibu tiga anak.

Micko diketahui masih duduk di bangku kelas 2 SMK Dharma Siswa , jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) Brebek Sidoarjo. Dia merupakan sosok yang pendiam dan tak banyak omong, serta jarang keluar rumah.

Menurut Mariana, dirinya sempat melarang kepergian putra pertamanya itu, lantaran ia tak punya uang untuk keberangkatan ke Bantul. Namun katanya, Micko menabung sendiri untuk mendukung tim kebanggaannya tersebut.
Dari kecil dia sudah suka dengan Persebaya, jadi Persebaya main di mana pun, dia berangkat. Hanya Bandung saja yang tidak berangkat.

"Sudah sempat saya larang, namun ya gitu, ayahnya dulu juga Bonek, jadi tidak bisa terlalu melarang. Tapi saat berangkat saya juga tak kasih uang saku, karena saya bilang tak ada uang, namun ternyata si Micko ini sudah nabung jauh-jauh hari," sebutnya.

Meninggalnya Micko Pratama akibat penganiayaan di Solo, Jawa Tengah, mendapatkan perhatian Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan. Dia berjanji membantu mengusut tuntas kejadian penyerangan di kawasan Solo tersebut.
Orangtua korban, Mariana mengatakan, Kapolrestabes Surabaya siap membantu menyelesaikan masalah tersebut hingga tuntas.

"Saat berkunjung kesini tadi sore, pak Kapolres ngomong bahwa akan membantu mengusut penyebab kejadian ini serta akan menindak pelaku penyerangan itu," ujar Mariana.

Kapolres juga mengatakan kepada Mariana, akan membantu biaya transportasi pemulangan korban ke rumah duka.

"Kata pak Kapolres tadi juga akan membantu biaya ambulans untuk antar anak saya ke rumah," katanya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, bahwa pihak kepolisian dari Jawa Tengah sedang memburu pelaku penyerangan terhadap Micko Pratama, bonek Waru Sidoarjo. Hal itu dikatakan Rudi seusai takziah di rumah duka. 

"Kabarnya pihak kepolisian Jawa Tengah telah memburu pelaku. Kami berkerjasama pihak Polres Bantul, identitas pelaku diketahui. Kini dalam pengejaran," kata Rudi Setiawan saat dikonfirmasi, awak media.

Minggu dini hari (15/4/2018) sekitar pukul 02.45 WIB, ambulans yang membawa jenazah Micko Pratama (17), Bonek asal Dusun Balongpoh, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, disambut shalawat dan kalimat tauhid oleh ribuan Bonek yang sudah menunggu sejak petang sebelum Maghrib.

Kedatangan jenazah korban mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Waru Kompol H M Fathoni. Ribuan Bonek yang sudah menunggu di sepanjang gang, langsung mendekat ke ambulans dan kompak mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah Muhammadur Rasuulullah.

Tak sedikit pula para Bonek saut-sautan mengucapkan Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad. Sesudah tiba di rumah duka, jenazah korban langsung disholatkan di Masjid Al Mubarak di desa setempat.
Dalam mengiringi jenazah, tak sedikit teman korban yang menyambut dengan tangisan. Termasuk keluarga korban menangis histeris. 


"Kami sangat kehilangan sosok Micko seorang teman yang baik dan suka menolong sesama. Saya merasa kehilangan sekali," ucap Silvi, teman sekolah almarhum.

Sesudah disalati di masjid, jenazah korban langsung dibawa ke Taman Pemakaman Islam Dusun Balongpoh Desa Kedungrejo. 

"Semoga almarhum tenang dan mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya," kata Supii, tokoh masyarakat warga setempat yang memimpin prosesi pemakaman. (ags/jum)


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: