Senin, 16 April 2018

Guru Besar UB: Politik Jangan Merugikan Agama

SHARE
Jember, MotimNews. Politik tanpa agama sangat berbahaya, sehingga andilnya agama adalah memberikan kekuatan politik agar dapat berjalan dengan baik dan benar. Karena banyak kasus penyelewengan politik yang menggunakan dalih agama, untuk kepentingan pribadi. Sehingga hal itu harus dihindari, agar dapat berpolitik dan memilih pemimpin secara benar.

Hal itu disampaikan langsung oleh Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) Malang, Profesor Thohir Luth, saat mengisi ceramah tabligh akbar dengan tema ‘Memilih Pemimpin yang Dikehendaki Allah’ di Masjid Al Ikhwan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Sabtu malam (15/4).

“Tapi yang penting jangan sampai ada yang merugikan agama (dalam berpolitik), misalnya menipu, memanipulasi, ataupun juga mendzolimi orang. Itu jangan sampai terjadi. Sehingga kehadiran agama itu sangat penting,” ujar Thohir.

Jika agama digunakan untuk memenangkan satu kepentingan kelompok, kata Thohir, maka harus dilihat konteksnya. 

“Misalnya saya seorang muslim, kemudian saya memilih pemimpin yang beriman, apa salah? Wong Al Quran saya mengatakan begitu. Sebaliknya saya tidak menyalahkan umat-umat agama lain, yang mengatakan di kitabnya untuk memilih pemimpin dari asal (golongan) mereka. Tinggal bagaimana kita berkompetisi dan bersaing secara sehat dan fair,” ujarnya.

 “Tetapi tidak boleh kemudian kita mencela atau menghina, calon pemimpin yang tidak sesuai dengan kita. Itu tidak boleh. Itu agama melarang,” sambungnya.

Terkait politik tidak boleh disampaikan di masjid atau di tempat ibadah lain, karena hanya digunakan untuk beribadah, katanya, hal itu tidak benar. Kecuali ada suatu konteks tertentu tentang memaknai politik.

“Karena artinya politik itu sangat luas. Jika politik diartikan kekuasaan, itu penting kita bicarakan di masjid. Karena kekuasaan itu untuk kepentingan umat, untuk  kepentingan bangsa. Maka umat itu harus cerdas, pintar, dan mengetahui pemimpin yang pantas untuk kita pilih,” ujarnya.

“Agar bisa mengurus kita rakyatnya, dan memperoleh perlindungan serta kesejahteraan. Yang dilarang itu, adalah menggunakan ayat-ayat agama secara membabi buta, menurut faham dan tafsirnya sendiri. Untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu,” tegasnya.

Sehingga saat menjadi pemimpin, lanjutnya, harusnya menyadari, bahwa saat ditunjuk oleh rakyat, harus bekerja dengan baik. Karena pertanggung jawaban yang dilakukan tidak hanya kepada rakyat, tetapi juga kepada Tuhan.

“Bahwa saat pemimpin itu terpilih, jalani amanah rakyat, dalam bentuk mendapatkan perlindungan, dan kesejahteran. Jangan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan dirinya atau golongannya saja,” sambungnya.

“Sehingga untuk pilkada gubernur. Mau memilih Puti itu Islam, mukmin, dan beriman. Kemudian Gus Ipul juga beriman, Bu Khofifah juga sama. Jadi tinggal Jemaah kita mau memillih yang mana,” pungkasnya.

Sementara itu Pembina Masjid Al Ikhwan Samsul Arifin saat dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan, kegiatan tabligh akbar yang dilakukan, bertujuan agar menambah ilmu.

“Terkait yang dibahas mengenai hal-hal yang berbau politik, itu tidak ada masalah. Karena tinjauan yang dibahas adalah dari sisi ajaran Islam, ada undang-undangnya. Sebarkanlah Islam, ya diterangkan dan ada tafsirnya,” ujarnya.(ata)    

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: