Kamis, 29 Maret 2018

Dianiaya Anjal, Dua Bonek Kritis - Orangtua berharap ada uluran tangan donatur

SHARE
Sidoarjo, MotimNews. Penganiayaan kembali terjadi, kini dialami bocah suporter Persebaya yang dianiaya Anak Jalanan ( Anjal).

"Anak saya salah apa, sampai si pelaku tega membanting anak saya dari atas truk, hingga kepalanya membentur aspal. Sekarang Felix sudah selesai di operasi dan biayanya kira-kira habis Rp 80 juta rupiah, saya belum punya uang," tutur Yuliana (47), ibu kandung Rerendra Felix (13), kepada wartawan Memo Timur Selasa (27/3/18), dengan mata berkaca-kaca, di depan ruang ICU RS. Anwar Medika. 

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di jalan raya by pass Krian, pada hari Minggu (25/3), sekitar pukul 15.00 wib, pelakunya di duga anak jalanan.

Rerendra Felix, anak ke 4 dari 5 bersaudara, memang penggemar Persebaya Surabaya, setiap Persebaya bertanding di Surabaya, Felix selalu datang ke Stadion gelora Bung Tomo untuk menyaksikan Persebaya bertanding. 

Meskipun usia Felix masih 13 tahun dan duduk masih duduk di kelas 6 SD Kayen 2,  Bandar Jombang, namun semangat Felix tak kalah dengan Suporter yang lainnya. 
Setiap kali Felix menyaksikan pertandingan Persebaya, kalau mau berangkat selalu minta ijin ibunya.

"Felix kalau mau berangkat mbonek, selalu ijin saya dan saya selalu berpesan, kalau di jalan lapar, beli jajan saja, jangan sampai mengambil barang milik orang lain, Dia selalu tak kasih uang saku untuk jajan dan beli tiket," terang Yuliana.

Minggu Siang Felix berangkat dari Perak Jombang dengan teman-temannya, saat sampai di Sumobito ada Suporter bonek yang bergabung. Waktu itu sekitar 20 orang rombongan bonek dari Jombang, saat memasuki by pass, di lampu merah, naik 10 orang rombongan anak jalanan yang berbaju hitam-hitam dan salah satunya ada yang perempuan. 

Rombongan anjal 10 orang tersebut  dipersilahkan numpang, di tengah perjalanan masuk desa Kraton, Krian, handphone dan uang suporter Bonek Jombang dirampas anak jalanan tersebut. Karena Bonek Jombang masih berusia belasan, tidak berani melawan. Dan ditambah lagi, anjal tersebut membawa senjata tajam. 

"Bonek Sumobito yang bernama Hasan (17) dibacok dan anak saya dibanting ke aspal, hingga anak saya tidak sadar," ujar Yuliana.

Dari peristiwa itu, 8 orang bonek Jombang luka-luka, 2 kritis dan yang luka-luka sudah di bawa ke Jombang, sedangkan yang kritis masih di rawat di RS. Anwar Medika Krian.

"Kepala Felix tidak luka, tapi ada penggumpalan darah di otak, akibat di banting pelaku dan sekarang sudah selesai di operasi," kata Yuliana.
Keadaan Felix sehabis operasi pengangkatan tulang tengkorak, hanya bisa menggerakkan mata dan kesadaran felix hanya 5 persen.

"Kesadaran minim itu, harusnya 50 persen, saya di bilangi dokter yang menangani Felix," papar Yuliana.

Ayah Felix, yang pekerjaan sehari-hari sebagai kuli batu, juga bingung masalah biaya, karena BPJS yang dimiliki orang tua Felix tidak berlaku di RS Anwar Medika, karena sesuatu hal.

"Kami berharap ada donatur yang sudi membantu dan saya berterima kasih kepada teman-teman bonek yang mau menggalang dana untuk Felix dan Hasan, perkiraan biaya operasi ini habis Rp 80 juta Rupiah," ujar ibu Yuliana. (ags/jum)



SHARE

Author: verified_user

0 komentar: