Kamis, 29 Maret 2018

Berkutu, Rastra Dikembalikan

SHARE
Jember, MotimNews.  Beras Sejahtera (Rastra) bantuan dari pemerintah dikembalikan oleh warga dan pihak kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong. Pasalnya, beras tersebut dinilai tak layak konsumsi.

“Beras gratis ini tidak bagus mas, banyak kutu, juga membubuk seperti ada tepung dan juga patah. Jika ini dimasak pasti kurang enak, dan ketika dicuci bisa dipastikan beras banyak yang mengambang dan tidak layak untuk kami konsumsi. Karena keadaan beras seperti itu, mending dikembalikan saja beras bansos itu,” kata salah satu warga Desa Wonorejo, Bu Ririn (40) kepada wartawan, Rabu (28/3). 

Menurut Bu Ririn, Beras Bansos gratis tersebut dinilai kurang bagus kualitas dan juga berkutu. Selain itu, anehnya beras per saknya tertulis 10 kilogram, ternyata kurang saat ditimbang. Ternyata setelah dicoba ditimbang, isinya hanya 9,7 kilogram.

“Berasnya juga kurang layak dikonsumsi, meskipun kita rakyat kecil membutuhkan. Beras itu juga bercampur tepung katul ketika di ambil, dan apabila di taruh di tangan bubuk tersebut melekat,” ungkapnya. 

Pihak kepala Desa Wonorejo Arik Wahyudi SE mengatakan jika pihaknya sudah dua kali menerima beras bansos gratis ini. Sedangkan pertama kali itu bagus, berasnya tidak seperti yang terjadi saat ini. Kalau hari ini tidak layak, dan warga banyak yang menolak. 

"Memang benar beras tidak layak dan berkutu. Saya sendiri meminta untuk dikembalikan, dan meminta ganti yang kualitas lebih baik. Karena ini dimakan manusia bukan hewan,” Keluhnya.

Beras Bansos yang terkirim ke desanya sekitar kurang lebih 550 sak. Beras itu akan didistribusikan kepada enam dusun yang ada di Desa Wonorejo. Karena banyak warga yang menolak beras itu, terpaksa pihaknya mengembalikan kepada pihak bulog yang menyalurkan beras itu.

“Bukan hanya kualitas beras saja yang buruk, tetapi kita juga temukan ada beberapa kejangalan di timbangan. Ketika beberapa sak kita timbang, ukuranya itu tidak sampai 10 kilogram persaknya. Namun hanya 9,7 kilo, berarti susut 3 ons dan hal tersebut membuat saya sendiri bertanya tanya kok seperti ini ada apa,” ungkap Arik.

Sementara informasi salah satu Pegawai Satuan Kerja (Satker) Bulog Divre XI Jember bernama Sarno menuturkan tidak mengetahui kualitas beras yang disalurkan ke Desa Wonorejo.

"Beras Rastra ini disuport dari Gudang Bulog Yosorati, dan saya tidak tahu jika kualitas beras kurang bagus. Jika memang hendak dikembalikan, saya siap koordinasi sama pihak kepala Gudang," tuturnya. (*) 


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: