Lamongan, Motim. Anggota TNI AD dari Kodim 0812 Lamongan dikerahkan untuk membantu dan ikut melakukan sosialisasi imunisasi difteri dalam Gerakan Sosialisasi dan Pencanangan Outbreak Response Immunization (ORI).
Mereka bukan hanya tersebar di Puskesmas, tapi juga ke desa dan bahkan ke sekolah - sekolah. "Pelaksanaan imunisasi difteri di sekolah kami juga dihadiri anggota dari Koramil Kota," kata Kepala Sekolah SDN Sendangrejo 2 Salamah, Senin (12/2).
Dandim 0812 Lamongan Letkol Arh Sukma Yudha Wibawa mengungkapkan, pihaknya punya peran menyukseskan imunisasi difteri di wilayahnya.
"Para Babinsa turut membantu sosialisasi imunisasi difteri," katanya.
Bukan hanya di Puskesmas, TNI juga menerjunkan tim ke sekolah - sekolah untuk membantu sosialisasi imuniasi tersebut. "Tergantung permintaan. Kalau pihak Puskesmas minta anggota kami ke sekolah, maka kami berangkat," tegasnya.
Yudha menolak saat dikatakan mengambil peran pengawasan terhadap pelaksanaan imunisasi difteri di wilayahnya. "Kami hanya membantu sosialisasi," pungkasnya.
Sementara, meski hanya ada satu warga yang positif difteri, pemerintah pusat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri untuk Lamongan. Penetapan itu disambut Pemkab Lamongan dengan mencanangkan imunisasi difteri massal untuk semua warganya yang berusia 0-
19 tahun.
"Pemkab Lamongan akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat akan pentingnya imunisasi,” kata Bupati Fadeli saat sosialiasasi, beberapa waktu lalu.
Target imunisasi MR yang ditetapkan Kementerian Kesehatan sebanyak 247.233 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, tercapai 269.997 anak atau hampir 110 persen. “Selama ini masih ada masyarakat yang belum menyadari pentingnya imunisasi.
Diharapkan melalui acara seperti ini nantinya baik dari pihak medis maupun kecamatan juga melakukan sosialisasi ke tingkat desa. Jadi masyarakat sadar bahwa melalui imunisasi dapat memperkuat kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Taufik Hidayat menyebut, di Kabupaten Lamongan terdapat 8 tersangka (suspect) penderita difteri, yakni 5 kasus di tahun 2017 dan 3 di tahun 2018. Namun dari 8 suspect difteri tersebut, hanya satu yang positif difteri, yakni pada Agustus 2017 di daerah Paciran.(mim)

0 komentar: