Jember, Motim. Jembatan di Dusun Sumberejo, Desa Pondok Rejo, Kecamatan Tempurejo, kendisinya membahayakan. Tiang penyangga jembatan itu ambrol akibat banjir yang terjadi di Tempurejo.
“Ambrolnya penyangga jembatan ini akibat banjir yang melanda daerah Tempurejo, Kamis (1/2) pagi hari. Dimana air sungai yang besar, menggerus plengsengan dan penyangga jembatan. Waktu itu, untuk sementara jalan ditutup karena membahayakan,” kata warga setempat, H.Kamil saat dikofirmasi di lokasi jembatan, Selasa (6/2).
Menurut Kamil, ambrolnya plengsengan dan penyangga jembatan ini, terjadi Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah itu jembatan ditutup sementara selama sehari untuk kendaraan roda empat.
Untuk menuju Sidodadi, akhirnya harus memutar sekitar 3 Kilometer. Sedangkan untuk menuju ke Dusun Glantangan sekitar belasan kilometer.
“Dari kejadian itu masyarakat tidak tinggal diam. Karena jalan ini merupakan jalan poros. Akhirnya, warga mengajak gotong royong untuk melakukan perbaikan sementara. Pada jembatan bolong warga mengisinya dengan tanah urug, dan pinggirannya di berikan penyangga sementara berupa Sirtu yang terbungkus karung beras. Supaya bila air hujan naik lagi, tidak dibawa arus sungai,” jelas Kamil.
Kamil mengungkapkan, jembatan ini merupakan akses warga Pondokrejo menuju ke arah Tempurejo. Sedangkan dari arah Tempurejo, ke Selatan akses menuju ke arah Sidodadi. Maka dari itu kemudian warga berinisiatif melakukan perbaikan jembatan sementara dengan swadaya.
“Total semua kurang lebih ada 6 truk urug dan Sirtu, itu di dapat dari hasil swadaya masyarakat. Setelah di perbaiki sementara oleh warga, roda empat bisa melintasi. Kasihan juga, bila pengendara roda empat harus memutar. Karena sangat jauh sekali, bisa belasan kilometer kearah tempurejo. Saya berharap kepada pemerintah terkait agar jembatan ini segera diperbaiki, karena memang ini jalan poros yang digunakan oleh masyarakat,” ungkap Kamil.
Sementara Kepala Desa Pondok Rejo Misriyanto melalui Sekretaris Desa Pondok Rejo Suyitno mengatakan bahwa jembatan penghubung Dusun Glantangan dan Dusun Sumberejo, Desa Pondok Rejo yang ambrol sudah ditindaklanjuti.
“Kemarin Sabtu (3/2) pihak dari pengawas UPT Bina Marga Tempurejo telah datang ke lokasi, dan pihaknya sudah memprioritaskan perbaikan jembatan ini di Anggaran Perencanaan Belanja Daerah. Karena sekarang masih tidak ada anggaran, jadi meminta warga sementara untuk bersabar,” tegas Suyitno.
Suyitno menuturkan, untuk sementara hanya bisa dilakukan perbaikan dengan urug dan Sirtu. Agar bisa digunakan sementara oleh masyarakat, karena bila tidak diperbaiki. Warga bisa memutar cukup jauh, hingga 15 kilometer.
“Sementara kami gunakan Sirtu dan urug, untuk membuat penahan jembatan. Kemungkinan itu bisa bertahan sekitar 8 bulan atau lebih, yang penting bisa digunakan sementara. Kami sudah mengajukan perbaikan ke pihak UPT Bina Marga Tempurejo, jadi tinggal menunggu saja turunnya anggaran perbaikan jembatan ini,” imbuhnya. (*)

0 komentar: