Bondowoso, Motim. Beberapa hari terakhir masyarakat dihebohkan dengan infromasi pengangkatan tenaga honorer (K2) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso tahun 2018. Padahal untuk penerimaan CPNS tahun 2018 baik dari formasi umum maupun pengangkatan tenaga honorer CPNS sampai saat ini belum ada informasi atau keputusan resmi dari pemerintah pusat.
Untuk menghindari maraknya penipuan yang berkedok sebagai calo CPNS, Plt Sekda Drs. H. Karna Suswandi, MM mengeluarkan Surat Edaran yang ditujukan kepada seluruh Kepala OPD. Dia mengingatkan kepada seluruh pihak untuk tidak mudah percaya dengan berita-berita hoax yang berkembang. Sebaiknya, masyarakat yang memerlukan informasi resmi tentang kepegawaian dapat lamngsung konsultasi ke BKD Kabupaten Bondowoso atau bisa melihat pada situs menpan.go.id dan bkd.bondowosokab.go.id.
“Jadi kalau ada informasi semacam itu, sebaiknya klarifikasi dulu pada instansi terkait, bisa datang langsung ke BKD Bondowoso atau bisa kunjungi website resmi BKD dan Menpan,” ujar Plt Sekda Drs. H. Karna Suswandi, MM kemarin.
Ia pun meminta kepada masyarakat agar hati-hati jika ada oknum yang mengatasnamakan pejabat di lingkungan Pemkab Bondowoso meminta sejumlah uang dengan imbalan bisa membantu peorse pengangkatan CPNS.
“Kalau sesuai peraturan perundang-undangan Pengankatan CPNS, baik dari tenaga honorer K2 maupun umum selama ini dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dilaksanakan secara terbuka, transparan, obyektif dan tidak dipungut biaya,” tambahnya.
Karna Suswandi menegaskan agar masyarakat tidak mudah percaya kepada siapapun yang menjanjikan dan menjamin menjadi PNS maupun data base di Pemkab Bondowoso.
"Dalam proses rekruitmen PNS sudah ada mekanismenya, antara lain melalui tes. Selama dalam proses tersebut, Pemkab tidak memungut biaya apapun. Pemkab juga tidak pernah menunjuk orang yang ditugasi mencari calon," sambungnya.
Untuk itu, Karna Suswandi mengajak masyarakat untuk menghubungi dirinya atau petugas keamanan terdekat bila ada oknum yang mencoba menawarkan jasa dan meminta imbalan untuk diloloskan menjadi PNS atau data base.
"Jangan percaya begitu saja, langsung hubungi kami," pungkasnya. (mi/roy)

0 komentar: