Bondowoso, Motim. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bondowoso bersama jajaran TNI-Polri, Pemkab, Panwaslu, Kejari Kabupaten Bondowoso, Jumat (9/2), menggelar rapat sinergitas bersama untuk mematangkan substansi nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tentang kesuksesan penyelenggaraan pemilihan umum Tahun 27 Juni 2018 yang bermartabat.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Bondowoso Drs. H. Amin Said Husni, Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, SIK, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Ketua KPU Hairul Anam, Ketua Panwaslu Frikas Abdillah dan instansi terkait di pendopo Bondowoso.
Ketua Komisioner KPU Bondowoso Hairul Anam menuturkan, kegiatan ini dilakukan karena merupakan kepanjangan tangan dari komitmen bersama ditingkat provinsi. Komitmen ini dilakukan untuk mensukseskan Pilkada, yang diyakini keberhasilannya bukan hanya berada dipundak KPU, melainkan juga merupakan tanggungjawab bersama lintas staker holder.
Selain itu, bahwa ada beberapa sinergi yang dilakukan yakni yang pertama terkait koordinasi dalam setiap tahapan pilkada. Sehingga beberapa stake holder saling berkaitan dari beberapa tahapan pilkada, sama-sama tahu dan memahami setiap hal yang dilakukan oleh KPU.
“Sinergi tentang dukungan untuk meningkatkan partisiapsi pemilih dari pelaksanaan pilkada yang sebelumnya 63 persen, dengan target KPU RI 77,5 persen. Tanpa dukungan stake holder terkait, ini tentu menjadi sangat berat bagi KPU untuk mensukseskan tagert KPU RI,” ujarnya.
Lebih lanjut Anam mengatakan, yang berkaitan dengan proses pelaksanaan teknis, utamanya distribusi logistik, harus betul-betul bisa dipastikan kerahasiaannya, termasuk kemanaanya.
“Proses Logistik aparat kemanaan akan berbarengan dalam rangka untuk pengawalan sampai pada proses pelaksanaan pemungutan suaranya tanggal 27 Juni 2018. Sehingga pemilih akan merasa nyaman, tentram dan tidak ada unsur intimidasi ataupun paksaan dari pihak tertentu,” paparnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso Drs. H. Amin Said Husni berharap seluruh insan yang terlibat memiliki komitmen demi mensukseskan Pilkada. Baik dari pelaksanaan tahaan-tahapannya, integritasnya, hinga terpilihnya Bupati dan Wabup serta Gubernur dan Wagub terpilih nanti.
“Tetapi formalisasi agar kita semuanya punya pegangan dan sekaligus punya sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan secara formal. Ketika pelaksanaan Pilkada itu betul-betul berjalan dengan sukses tidak ada yang mengusik, tapi kalau sebaliknya pasti dicaci. Diharap oleh Bupati, pentingnya komitmen kita semua,” katanya.
Bupati juga telah memberi surat edaran (SE) kepada seluruh jajaran Pemkab Bondowoso, agar menjaga netralitas ASN. Sehingga Pilkada ini betul-beetul berjalan kondusif, berintegritas, dan bisa melahirkan pemimpin.
Sinergitas dapat berjalan dengan baik lanjut bupati, sehingga pengamanan semua tahapan penyelenggaraan pemilu dapat dimaksimalkan. Apalagi dalam waktu dekat KPU akan mengumumkan penetapan dan pengundian paslon Bupati dan Wakil Bupati.
“Pengamanan yang maksimal pada setiap tahapan, kata bupati, akan berdampak pada kualitas penyelenggaraan pemilu. Kami berharap dengan adanya bantuan pengamanan dari TNI-Polri, pemilu dapat berjalan aman, damai dan lancar,” ujarnya.
Ada beberapa hal yang masuk dalam rencana pengamanan, di antaranya pengamanan penyelenggaraan tahapan pemilu, pengamanan kantor, personel KPU dan aset lainnya, pengamanan pencetakan, penyimpanan, distribusi surat suara dan kelengkapan administrasi lainnya serta pengamanan pergerakan pengiriman hasil penghitungan suara dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) ke KPU,”pungkasnya.(cw3)

0 komentar: