Selasa, 20 Februari 2018

Pemdes Temu Segera Bentuk BUMDes - Tingkatkan Perekonomian warga dan PAD

SHARE
Sidoarjo, MotimNews. Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan opsi cerdas mengelola bisnis bersumber daya lokal. Sumber daya itu dapat berupa aset bergerak, tak bergerak maupun kekayaan lainnya. Pemerintah Desa Temu Kecamatan Prambon Sidoarjo, tak lama lagi bakal membentuk BUMDes. Selain meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, pembentukan BUMDes tersebut bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). 

Kepala Desa Temu, Salikan mengatakan, pembentukan BUMDes diyakini akan mendorong pengembangan ekonomi desa secara merata. Sedangkan usaha yang sudah dibidik, diantaranya sektor pertanian, sektor perikanan dan sektor simpan pinjam. Ketiga usaha ini akan menjadi usaha prioritas untuk dikelola melalui BUMDes. 


“Dengan adanya BUMDes, diharapkan nantinya bisa menjadi penunjang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu, di tahun 2018 ini kami upayakan segera membentuknya," ujar Salikan, saat ditemui Memo Timur dikantornya, Senin (19/2) kemarin.

Selain sebagai penunjang perekonomian masyarakat, menurut Kades Salikan, pembentukan BUMDes juga akan mempermudah Pemdes dalam menyerap bantuan dari pemerintah pusat atau pihak lain. Karena legalisasi pembentukan BUMDes harus berbadan hukum, untuk itu, saat ini pihaknya sedang membentuk kepengurusan di tingkat internal desa sambil berjalan mengurus badan hukum ke pihak berwenang.

"Saat ini kami masih mencari orang-orang terbaik untuk dijadikan pengurus BUMDes. Pengurus harus memiliki pengalaman bisnis dan manajerial yang bagus," ujarnya.

Kades Salikan juga mengatakan, jika ada keuntungan yang diperoleh ketika BUMDes sudah terbentuk nantinya. Salah satu keuntungan itu adalah mengurangi jumlah pengangguran, sebab BUMDes ini nantinya akan dikelola oleh warga setempat. Selain mengurangi jumlah pengangguran, BUMDes juga akan meningkatkan pendapatan desa.

“Apabila PAD di desa sudah meningkat, tentu saja beban Pemdes akan berkurang. Karena desa saat ini mengelola dana desa (DD) ditambah gelontoran alokasi dana desa (ADD) serta berbagai bantuan keuangan lainnya yang nilainya tak sedikit,” pungkasnya (pit/jum)





SHARE

Author: verified_user

0 komentar: