Bondowoso, Motim. Ratusan pengunjung hadir dalam acara ngopi Gayeng bersama Dhafir-Dayat di Desa Klabang, Kecamatan Klabang. Hadir pula pelawak kondang dari Kabupaten Situbondo, Cak Martono dan kawan-kawan. H. Tohari ketua pemenangan dan para relawan Dhafir-Dayat terlihat mendampingi H. Hidayat sebagai calon wakil bupati (Wabup) Pasangan Calon (Paslon) bersama H. Ahmad Dhafir. Semua penonton yang hadir dapat jamuan kopi secara gratis dari cafe tongkrongan kilometer 18, tempat berlangsungnya acara seni budaya pelawak khas daerah tapal kuda, khususnya Bondowoso. H. Tohari mengatakan kepada ratusan warga yang hadir agar momen seperti ini dibuat santai sambil menikmati suguhan kopi dari cafe Tongkrongan kilometer 18 desa Klabang. Mengingat malam pada malam itu akan dihibur pelawak bernama Martono dan kawan-kawan. “Alhamdulilah khusus malam ini kita semua mendapatkan kopi gratis, tapi mulai besok kopinya selesai diminum jangan lupa dibayar. Kepada semua warga yang hadir di tongkrongan kilometer 18 yang merupakan ciri khas Bondowoso Republik Kopi (BRK),” katanya, Senin (5/2) kemarin malam. Tak lama kemudian, H. Tohari kedatangan Cak Martono yang akhirnya mendapatkan sambutan tepuk tangan dari ratusan penoton yang mengidolakan Cak Martono sebagai pelawak penghibur rakyat. Pesan yang disampaikan oleh Martono agar masyarakat Bondowoso semuanya mendukung Paslon Dhafir-Dayat, untuk melanjutkan pembangunan di Kabupaten Bondowoso lebih baik lagi. Cak Martono juga mengingatkan kembali kepada seluruh pendukung Dhafir-Dayat pesan dari KHR. Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin pengasuh Pondok Pesantren (PP) Wali Songo waktu pengajian dan deklarasi di Alun-alun RBA Ki Ronggo. Pesan yang disampaikan agar masyarakat Bondowoso tidak saling bermusuhan dalam menghadapi pesta demokrasi 27 Juni 2018. “Kepada semua pendukung Dhafir-Dayat agar tidak usah menghina calon lain, menghujat calon lain dan menjelek-jelekkan calon lain. Semua pendukung perjuangkan Dhafir-Dayat bagaimana caranya supaya menang, dengan mengharap ridho dari Allah,” jelasnya, sembari menirukan dawuhnya KHR. Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin.
“Sebab Pak Dhafir sudah mendapatkan Hidayat (Hidayah) dari para ulama dan masayekh,” kata Cak Martono, dengan bahasa plesetan dari seni lawaknya, hingga mengundang tawa dan tepuh tangan yang meriah dari ratusan penonton.
Calon Wabup Dayat mewakili Dhafir yang berhalangan hadir, karena ada tamu dari Pondok Pesantren Genggong mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang hadir. Di tempat ngopi bareng Dhafir-Dayat dengan suguhan hiburan lawak Cak Martono.
“Saya baru pertama kali menemukan tempat yang sangat sederhana tapi terkesan santai untuk ngopi ditempat ini. Sekali lagi saya sangat gembira. Semoga anak-anak muda yang saat ini berada disini dapat balasan yang baik dari allah, serta kesenian ini menjadi kelanjutan didaerah yang lain,” katanya singkat.(cw3).
0 komentar: