Kamis, 22 Februari 2018

Lisensi Pelatih Terganjal Biaya

SHARE
Lamongan, MotimNews. Anggi Saputra (23), mantan atlet lari maraton yang membawa nama Kabupaten Lamongan di setiap even nasional maupun internasional, harus bekerja keras untuk menggapai cita-cita menjadi pelatih fisik olah raga itu.

Kini Anggi sedang bekerja keras mengumpulkan uang dari pekerjaannya sebagai guru olah raga di SMA Muhammadiyah 1 Babat dan pelatih lari di MAN 2 Lamongan dan SMA Negeri Babat. Ia ingin mendaftar ujian pengambilan lisensi kepelatihan tingkat 1 nasional di Kediri bulan depan.

Anggi tinggal di rumah mungil semi permanen berdua bersama sang ayah yang sudah lanjut usia, di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos), Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Lamongan. Di rumah itu berjajar sejumlah trofi piala dan medali prestasinya dalam ajang lomba atletik di masa lalu.
  
Anggi sejak kelas 3 SMP sudah mewakili Kabupaten Lamongan. Salah satu prestasi anggi saat tergabung di atlet Porprov Lamongan, di antaranya pernah meraih medali emas lomba lari gawang pada even Jatim Open 2010.

Anggi pernah meraih juara lari 10 kilometer di ajang Internasional Trail Run Ijen 2015. Dari prestasinya tersebut, Anggi mampu membiayai kuliah sendiri hingga lulus tahun kemarin.

Sejak memasuki bangku kuliah, dia lebih semangat dan termotivasi untuk meningkatkan prestasinya. Hampir setiap event lomba lari baik tingkat nasional maupun internasional, mereka pernah ikuti meski dengan biaya sendiri. "Sampai sekarang kalau ada event lomba lari masih tetap ikut dengan biaya sendiri. Dan semua medali ini mewakili Lamongan," terangnya, Selasa (20/02).

Di sepanjang karirnya sebagai atlet lari, Amggi mengaku sangat terkesan saat dikontrak provinsi lain untuk mewakili daerahnya. Saat itu dirinya mendapatkan biaya tambahan buat bayar kuliah dan membeli sepeda motor yang kini digunakan untuk menunjang aktivitas sehari harinya.

Anggi kini berharap ada kemurahan hati dari pihak pemerintah memfasilitasi bakat dan prestasinya. "Ujian pengambilan lisensi 1 nasional kepelatihan fisik atlet informasinya bulan depan di Kediri. Biayanya itu yang menjadi kesulitan saya," ungkapnya. Dia juga mengaku selama ini berupaya mengakses ke pemerintah setempat, akan tetapi masih menemui jalan buntu. (mim)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: