Pasuruan, MotimNews. Belum lama diberitakan dengan adanya jembatan di Dusun Sebani Desa Sebani Pandaan Pasuruan yang ambruk sebagian, kemarin, Jumat (09/02) seluruh badan jembatan ambruk.
Badan jembatan di Dusun Sebani Desa Sebani Kecamatan Pandaan Pasuruan akhirnya ambruk. Diduga jembatan yang tersisa tinggal sebagian tersebut tergerus air sungai, hingga penahan dibawahnya tidak kuat menahan badan jembatan.
Penanganan pihak Binamarga juga lambat, mengetahui adanya jembatan penghubung antara Dua Dusun di Desa Sebani yang sempat ambruk sebagian, tidak malah cepat ditangani melainkan cuma diukur untuk perbaikan di bulan Maret akan datang.
"Jembatan sudah di ukur oleh seorang Insinyur dengan pihak terkait, namun tidak ada penanganan atau bantuan dana dari Binamarga, sehingga warga bergotong royong sendiri untuk mendirikan jembatan alternatif dari bambu yang disusun sebagai jalan anak sekolah dan seluruh aktifitas warga," kata Kades Sebani Syaiful Bahri kepada Motim.
Ironisnya, jembatan alternatif yang dibangun oleh warga Desa Sebani terbuat dari bambu dan sekarang kondisi jembatan sangat miris dan mengkhawatirkan warga yang melintasinya. Dengan insiden jembatan ambruk yang mengenai jembatan alternatif, sehingga kondisi jembatan alternatif sangat rawan ambruk dan bahaya untuk dilewati, apalagi dengan kondisi seperti itu jembatan alternatif banyak di lewati oleh pengendara roda dua atau motor.
"Kalau hujan turun dan air meluap, warga tidak ada yang berani melewati jembatan alternatif tersebut dikarenakan kondisi jembatan terbuat dari bambu, sedangkan kondisi jembatan rawan runtuh,"ujar Sodiq (40) warga setempat kepada Motim. (dim/sk)

0 komentar: