Jembatan Membahayakan, Warga Pasang Bambu
Jember, Motim - Jembatan penghubung antara Desa Karangrejo dan Desa Menampu yang tergerus air sungai dinilai sangat membahayakan pengendara. Warga pun memberi tanda dengan memasang bambu di lokasi.
“Tergerusnya jalan dan jembatan ini karena dampak dari hujan dan banjir seminggu yang lalu, sehingga sangat berbahaya sekali bagi pengendara. Di mana kondisi jalan dan jembatan mengalami lubang yang cukup besar, maka dari itu kami berinisiatif memberi tanda dengan bambu,” kata warga Dusun Krajan, Desa Karangrejo, Matsari (45) saat dikonfirmasi, Kamis (8/2).
Matsari mengatakan, terjadinya penggerusan jembatan dan jalan akibat dari intensitas hujan lebat di kawasan Gumukmas. Sehingga air naik tinggi sekali, dan berimbas padajembatan penghubung dua desa di beberapa bagian.
“Ini dampak dari hujan kemarin, airnya naik hingga menyebabkan jembatan dan jalan ini tergerus air di sebelah timur. Sangat mengkhawatirkan bagi pengendara yang melintasi, kalau tidak tahu kan bahaya sekali. Bisa jatuh, masuk kedalam sungai,” jelasnya.
Alasan warga sekitar memasang bambu, menurut Matsari karena takut jika air tiba tiba besar jembatan ambruk dan menelan korban jiwa. Karena jembatan beton panjang kurang lebih 20 meter dan lebar 3 meter itu memang terlihat sudah mulai perlu adanya perbaikan.
“Saya berharap kepada pemerintah, karena jembatan sudah terkena dampak sungai dan mengalami ambruk. Sampai saat ini masih belum di perbaiki, padahal itu jalan vital sekali,” terang Matsari.
Sementara Camat Gumukmas Suparno saat dikonfirmasi perihal jembatan mengatakan akan dimusyawarahkan dengan kedua kepala desa, dan akan mengagendakan untuk mengatasi permasalahan ini.
"Saya sudah tinjau kawasan jembatan, dan kami akan atur dengan kedua belah pihak desa. Agar segera kasih Batu Putih, pada lokasi yang terdampak berbahaya itu. Jika cuaca sudah bersahabat, kami akan agendakan perbaikan dengan memberikan tangkis cor di sisi kanan kiri. Sebagai penguat jembatan penghubung dua desa itu, supaya tidak mebahayakan,” tegas Suparno. (*)

0 komentar: