Senin, 12 Februari 2018

Jalan Berlubang Nyaris Makan Korban

SHARE
Jember, Motim. Persoalan jalan berlubang masih menjadi momok bagi masyarakat Kabupaten Jember. Terlebih lagi diketahui, lubang-lubang jalan itu tidak hanya terjadi di jalanan yang berada di kawasan pinggiran, namun juga dijalanan protokol tengah kota. 

Seperti yang dialami warga Jember asal Gebang Kedawung, Samsul Ma’arif. Bermaksud untuk menuju salah satu bank swasta yang berada di kawasan tengah kota Jember, dirinya hampir mengalami kecelakaan karena jalan berlubang yang ada di sekitar Jalan Sultan Agung depan bekas toko Hardys, Senin pagi (12/2).

“Sekitar jam 9 pagi saya keluar dari rumah bermaksud untuk menuju ke Bank Permata untuk bertransaksi. Saat itu saya mengendarai motor matik (skuter matik, red) melintas di Jalan raya Sultan Agung, dari arah jompo ke alun-alun,” ujar Samsul kepada Memo Timur.
“Namun saat sampai di sekitaran pos lalu lintas jalan raya dan sekitar depan toko Wali Songo, ada kendaraan (mobil) mau parkir di sisi kiri jalan, dan saya pun mengambil jalur kanan untuk mencari jalur lain,” sambungnya.

Samsul menyampaikan, saat itu dirinya melaju dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam. Namun tiba-tiba di depannya ada jalan berlubang dan secara reflek menghindari lubang jalan itu.
“Ban depan lolos dari lubang, tetapi ban belakangnya kena lubang. Saat itu sempat bunyi ‘Jedak’ dan hampir jatuh, namun saya masih berusaha mengendalikan laju motor,” ungkapnya.

Merasa kendaraan motornya bermasalah, Samsul pun melajukan motornya secara perlahan. Kemudian saat sampai di seberang jalan depan rumah makan padang, kata Samsul, dirinya berhenti sejenak untuk mengecek kondisi ban kendaraan motornya.

“Saat itu saya kaget ban motor saya kempes mendadak, dan saya pun menuntun motor sampai di depan kantor Bank Mandiri Wijaya Kusuma, karena di sana ada tukang tambal ban. Sesampainya di sana, dicek kondisi bannya, dan ternyata ban saya pecah (bagian) luar dan (ban bagian) dalamnya. Selanjutnya ban tersebut ditambal sementara agar bisa dibawa pulang,” ulasnya.

Dengan musibah pecah ban kendaraan motor matiknya itu, Samsul berharap lubang jalan yang diketahui banyak di titik-titik jalan protokol untuk segera dibenahi. Karena diketahui olehnya setelah dirinya mengalami pecah ban tersebut, kendaraan lain juga mengalami hal yang sama.
“Saat itu setelah saya (mengalami pecah ban), juga ada kendaraan motor vario matik yang mengalami hal yang sama. Hampir mengalami kecelakaan dengan kendaraan lain, tapi beruntung tidak sampai terjadi,” katanya.

“Kondisi tersebut sangat memperihatinkan, jalanan di Jember banyak yang berlubang. Saya berharap segera diatasi, agar tidak timbul korban kecelakaan karena lubang jalan itu,” imbuhnya.

Persoalan jalan berlubang juga dialami sama oleh salah satu pengendara kendaraan mobil asal Baratan, Kecamatan Patrang Kustiono. Saat dirinya bepergian dari Banyuwangi menuju Jember. Diketahui di sekitar jalanan utama Kecamatan Pakusari, ada jalan berlubang yang menganga cukup besar, bahkan oleh warga sekitar dipasangi batang pohon pisang.

“Saat saya pulang dari Banyuwangi, sampai di sekitar jalanan ringroad Kecamatan Pakusari ditengah jalan itu ditanami 5 batang pohon pisang tadi malam kayaknya. Saya ketahui jalannya itu membahayakan, lebih-lebih untuk kendaraan sepeda motor,” ujar Kustiono.

Saat dirinya berangkat ke Banyuwangi sekitar dua hari yang lalu, katanya, batang pohon pisang itu masih belum ditanam oleh warga. Sehingga saat mengetahui ada batang pohon pisang di tengah jalan, kata Kustiono, dirinya pun lebih berhati-hati saat melintas di jalan tersebut.

“Dengan kondisi jalan yang berlubang dan cukup besar itu, saya yang mengendarai mobil saja harus ekstra hati-hati, apalagi kendaraan motor. Warga sekitar saat saya tanyai, karena kebetulan penasaran kenapa ada batang pohon ditanam ditengah jalan, katanya sudah beberapa kali terjadi kecelakaan sepeda motor,” katanya.

“Saya minta ada perhatian dari pemerintah. Karena jalan berlubang ini sudah banyak memakan korban,” tandasnya menambahkan. (cw2) 
    

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: