Jumat, 23 Februari 2018

FKUB Tak Terprovokasi Aksi Perusakan Pura

SHARE
Lumajang, MotimNews. Perwakilan agama di Lumajang yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) akan menggelar deklarasi damai. Hal ini dilakukan, sebagai buntut kejadian perusakan di Pura Mandara Giri Semeru Agung.

Dengan deklarasi ini, diharapkan kerukunan yang selama ini sudah tercipta tidak terusik dengan adanya kejadian tersebut. Sekaligus sebagai bentuk jika FKUB tidak terprovokasi oleh oknum tak bertanggungjawab yang sengaja merusak patung di pura pada Minggu (18/2) lalu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsan dan Politik Lumajang Ir. Suyanto sejak kejadian tersebutm pihaknya sudah mengambil langkah. Dengan melakukan koordinasi denga FKUB, agar tidak ada kesalahpahaman antar umat beragama.

Karena selama ini, Lumajang sudah dikenal sebagai daerah yang penuh toleransi antar umat beragama. “Selama ini Lumajang sudah aman, lancar, dan damai, dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan. Tidak ada masalah,” ucapnya.

Namun sangat disayangkan memang, kata Suyanto, adanya kejadian perusakan itu pada waktu lalu. Sehingga membuat hal ini menjadi sorotan dan isu sensitif. Bukan hanya di Lumajang saja. “Dari pusat, regional, sampai lokal ikut ramai juga,” ucapnya.

Ia menegaskan, deklarasi yang akan digelar bentuk anntisipasi juga. Agar kerukuna umat beragama di Lumajang bisa terus berjalan dengan baik. Dalam deklarasi ini, selain tokoh agama perwakilan dari masing-masing agama, juga akan melibatkan sejumlah pihak lainnya. Baik dari pihak keamanan dan juga pimpinan daerah.

Sebelumnya Bakesbangpol juga telah menggelar koordinasi dengan FKUB sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebelum ada kejadian tersebut. Namun dalam rapat ini tidak banyak dibahas soal itu.
“Rapat sebelumnya sudah terjawalkan memang. Namun tidak tahunya pada hari minggu ada kejadian perusakan itu,” pungkasnya. (fit)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: