Jember, Motim. Langkah Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Jember untuk menjadi universitas semakin dekat. Terlebih lagi setelah pihak Kementeriaan Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) memberikan lampu hijau. Namun sebagai salah satu syaratnya, IKIP Jember diminta untuk bergabung dengan Akademi Akuntansi Jember (AAJ). Kemudian nantinya akan menjadi Universitas Sains dan Teknologi (UST) Jember.
Hal itu terungkap dalam kegiatan peletakan batu pertama di Gedung Kampus 2 IKIP PGRI Jember di Tidar. Dimana gedung kampus rencananya dibangun bertingkat ini dipersiapkan untuk mewujudkan Universitas Sains dan Teknologi (UST) Jember. Harapan IKIP PGRI menjadi universitas ini ternyata sejalan dengan yang hendak diprogramkan Dikti tahun 2018.
Seperti disampaikan oleh Direktur Pembinaan Kelembagaan Tinggi Ditjen Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti Dr. Totok Prasetyo, B. Eng., MT, yang datang ke Jember kemarin. Dirinya mengatakan, jika pada tahun 2018 ini kebijakan IKIP Jember yang ingin menjadi universitas ini seirama dengan himbauan kementerian.
“Kemenristek Dikti memang tengah mengusahakan untuk penggabungan sejumlah perguruan tinggi yang dianggap kecil-kecil yang ada di Indonesia. Kebijakan ini untuk mengurangi jumlah perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Totok kepada sejumlah wartawan.
Sehingga dengan demikian, lanjut Totok, lembaga kecil-kecil ini bisa lebih besar dan lebih berkualitas. “Penggabungan sejumlah perguruan tinggi ini diharapkan akan menambah kualitas lembaga dan nantinya akan semakin diminati oleh mahasiswa,” terang Totok. Kebetulan di IKIP PGRI ini ada Akademi Akuntansi Jember sehingga keduanya diharapkan bisa bergabung menjadi Universitas Sains dan Teknologi Jember.
Dirinya menambahkan, dengan penggabungan perguruan tinggi ini, diakui Totok, akan lebih mudah dan cepat. Terutama jika perguruan tinggi yang memiliki inisiatif dan sukarela menggabungkan diri. “Kami Dikti memfasilitasi dan lebih mudah. Karena sejauh ini masih belum membuat peraturan (mengenai penggabungan perguruan tinggi, red),” jelasnya.
Totok mengatakan jika untuk pengurusan penggabungan PT ini akan bisa dilakukan dengan mudah dan cepat karena dilakukan secara online. “Sekarang ini sudah kami buka (pendaftaran, red) dengan sistem online,” ucap Totok. Selama memang untuk syarat-syaratnya seperti syarat administrasi, memiliki luas lahan dan sumber daya dosen yang sudah memenuhi kriteria menjadi Universitas.
Untuk IKIP PGRI beralih status sendiri diakuinya memiliki modal, namun pihaknya masih belum mengetahui detail karena memang belum mendaftarkan diri. “Kalau lahan kan universitas harus memiliki lahan minimal satu hektare. Tadi dari dua kampus katanya sudah memiliki lahan 2,5 hektare,” terang Totok. Tentu ini bisa menjadi modal IKIP PGRI Jember.
Pihaknya juga menerangkan jika universitas harus memiliki 10 program studi didalamnya. “Jika memenuhi akan cepet, tinggal memverifikasi saja,” jelasnya. Karena memang sejauh ini pihaknya tidak membuka kembali perguruan tinggi baru. Terkait dengan pernah dibekukannya IKIP PGRI Jember tidak masalah, karena kemajuan yang dilakukan IKIP PGRI Jember cukup bagus.
Sementara itu, Rektor IKIP PGRI Jember Fadil Djamali pun menuturkan pihaknya terus mengebut persiapan menjadi universitas. Dimana pihaknya memang sudah menyiapkan berbagai sarana prasarana serta sejumlah persyaratan administrasi lainnya. Termasuk penggabungan dengan Akademi Akuntansi Jember ini.
“Dengan bergabung dengan Akademi Akuntansi Jember, maka kami harus menambah satu jurusan baru untuk mempayungi lembaga akuntansi ini,” jelasnya. Salah satunya nantinya pihaknya akan membuka fakultas ekonomi. Di Fakultas Ekonomi ini, nantinya akan ada jurusan baru manajemen.
Tentu ini akan menambah jumlah fakultas yang sudah ada sebelumnya, dimana sebelum rencananya akan ada Fakultas Sains dengan program studi Matematika, Biologi, Fisika dan Statistika serta Fakultas Teknik dengan Program Studi Teknik Budidaya Perairan, Studi Teknik, Geomatika dan Teknik Lingkungan. “Karena kami memang untuk fokusnya di kelautan dan budidayanya,” tutur Fadil.
Selain itu, diakui Fadil, pihaknya juga tengah mempersiapkan persyaratan yang lebih penting. “Seperti kesiapan kurikulum, jumlah dosen, dan luas lahan yang sudah memenuhi syarat dan kriteria,” jelasnya. “Pihaknya memastikan untuk pendaftaran kepada Kemenristek Dikti ini akan dilakukan dalam waktu yang dekat,” imbuhnya. (sp)

0 komentar: