Sidoarjo, Motim. Usai pulang sekolah di SMP Darul Mutaalimin Desa Tawangsari Taman Sidoarjo, Mochammad Habib (14), warga Dusun Ngampel Desa Tanjung Sari Taman Sidoarjo dengan temannya bernama Mita Aulia (14) warga Desa Geluran Taman, tidak langsung pulang.
Kedua remaja itu, Sabtu (3/2/18), bermain di perlintasan Rel KA yang berlokasi di Kalibader Kalijaten, tepatnya di KM 25.04. Saat asyik main itulah, Mochammad Habib terserempet KA Logawa jurusan Jember - Jogja, akibatnya korban meninggal di tempat kejadian.
Korban pulang sekolah sekitar pukul 10.30. Dia bersama teman-temannya lantas nongkrong di sekitar rel KA. Lokasinya tidak jauh dari SMP Darul Mutaalimin. Habib duduk di atas bebatuan, posisinya di sebelah utara rel KA. Sekitar setengah jam berselang petaka terjadi.
Saat itu hanya tersisa korban dan satu temannya, yang bernama Mita Aulia. Siswa yang lain sudah beranjak pulang. Habib dan Mita tidak buru-buru pulang karena tempat tinggal mereka berdua tidak jauh dari TKP. Mereka asyik dalam percakapan sampai tidak menyadari keberadaan KA Logawa jurusan Jember-Jogjakarta melaju kencang dari arah timur.
“Mereka sempat diingatkan warga sekitar yang kebetulan lewat. Berulang kali diteriaki,” ujar Kapolsek Taman AKP Samirin.
Dan anehnya, hanya Mita yang mendengar teriakan peringatan tersebut. Dia bergegas berlari menjauhi rel KA. Namun, tidak demikian dengan korban. Habib hanya berpindah sedikit dari tempat duduknya semula. Dia yakin posisinya tidak terjangkau KA Logawa yang akan melintas.
Namun, perkiraan korban Habib tersebut meleset. Setelah KA melintas, tubuhnya sudah tidak terlihat duduk di tempat semula. Habib yang masih mengenakan seragam pramuka justru terlihat terkapar di bantaran rel KA. Mita dan warga sekitar spontan langsung berlari mendatanginya. Mita tak henti-hentinya menangis. Beberapa warga melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.
Tak lama berselang, sejumlah polisi pun mendatangi lokasi kejadian. Mereka mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Polda Jatim.
“Mereka duduk di sekitar perlintasan kereta api, memang berbahaya, tidak seharusnya hal itu dilakukan,” ucap AKP Samirin.
Samirin mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan hal yang sama dengan korban. Bagaimanapun, kedatangan KA tidak akan bisa diduga. Terlebih, area jangkauannya juga sulit diukur.
“Yang namanya kereta api itu tidak bisa berhenti mendadak meskipun masinisnya tahu ada orang di depan,” pungkas AKP Samirin. (ags/jum)

0 komentar: