Kamis, 22 Februari 2018

AMTB Minta Satpol PP Berani Razia Kafe

SHARE
Tulungagung, MotimNews.  Aliansi Muslimin Tulungagung Bersatu (AMTB) menyerukan agar tempat maksiat ditutup dan berbagai pelanggaran yang di Tulungagung ditindak tegas.

"Jika mencari keadilan seperti ini jangan justru dicap intoleransi, politis dan lainnya. Kita secara nyata melihat Kemaksiatan merajalela, Tulungagung yang dulu dikenal kota santri sekarang jadi kota seribu kafe dan di dalam kafe ada room karaoke," kata Ketua Presidium AMTB KH Khamim Badruzzaman, Selasa (20/02). 

Khamim memint Satpol PP yang bertugas menjaga dan melaksanakan perda agar tidak perlu takut melakukan razia dan menutup kafe, seperti yang dilakukan beberapa waktu sebelumnya. 
"Jangan takut, Perda sudah mengatur dan di perda yang kita miliki tidak ada satu peluang bagi penjualan miras. Tapi nyatanya hampir tiap kafe selalu disediakan Miras. Satpol PP jangan beraninya hanya mengobrak pedagang yang jualan di kaki lima dan menurunkan spanduk, mereka mencari makan dan tidak jualan miras," lanjut Khamim 

AMTB menyebut razia terhadap pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berdagang adalah tindakan tidak manusiawi. Pasalnya, pedagang besar menggunakan trotoar buat menurunkan barang selama beberapa hari dibiarkan tanpa tindakan. 

"Bahkan trotoar diberi karangan bunga juga tak pernah di tertibkan Satpol PP, jangan biarkan pelanggaran apapun terjadi," jelas Khamim, sambil membuka perda ketertiban umum. 
Kepala Satpol PP Bagus Kuncoro menjelaskan, kedatangan AMTB yang menawarkan bantuan untuk Satpol PP terkait banyaknya pelanggaran dan telah diterima dengan baik. 

"Kita kan tim, jadi tidak bisa berbuat sendiri. Semakin banyak orang yang membantu pada kita maka semakin baik, akan banyak memberikan informasi," kata Bagus. 

Satpol PP, menurut Bagus, bukanlah superman. Mereka perlu bantuan berbagai pihak termasuk AMTB. "Nanti kami akan undang berbagai pihak untuk membahas yang disampaikan AMTB," terangnya

Dalam pengawasan miras, Satpol PP juga akan mengundang Dinas Pariwisata dan melakukan koordinasi lebih lanjut sesuai hasil audiensi dengan AMTB. 

Rangkaian kegiatan Aliansi Muslimin Tulungagung Bersatu (AMTB) ke Forkompimda dilakukan untuk memberikan bukti banyaknya Kemaksiatan dan rusaknya moral. AMTB meminta bukti dan informasi yang diberikan di bahas untuk dilakukan evaluasi dan penutupan agar kemungkaran bisa di cegah. 

Hingga saat ini, AMTB sudah melakukan audiensi dengan pihak Kodim 0807 /Tulungagung dan Satpol PP sebagai penegak Perda. Sementara agenda bertemu Kapolres, Bupati dan Dinas Pariwisata belum terealisasi. (agus)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: