Jumat, 19 Januari 2018

Sekolah Terendam Banjir, Murid Dipulangkan

SHARE


Jember, Motim
Sekolah Dasar Negeri 02 Karang Semanding, Kecamatan Balung terdampak banjir karena hujan deras. Akibatnya, murid di sekolah dipulangkan.

“Air masuk ke halaman SDN Karang Semanding 02 sekitar pukul 03.00 WIB. Selang satu jam kemudian, air masuk ke ruangan kelas dan kantor guru sekitar sekitar pukul 04.00WIB. Tadi banyak anak-anak sekolah datang, namun oleh gurunya dipulangkan. Semua guru dan Pengawas sekolah juga datang semua tadi,” kata Penjaga Sekolah SDN Karang Semanding 02, Subari (55) saat ditemui wartawan di sekolah, Kamis pagi (18/1). 

Menurut Subari, sekolah mengalami banjir terbesar hanya sekarang ini. Sedangkan dari dulu, meskipun banjir tidak sampai masuk ke ruang kelas. Terjadinya banjir ini, karena sungai di samping sekolah meluap. Akibat hujan deras dari siang hingga malam.

“Ini banjir yang paling besar, kalau dulu tidak sampai seperti ini abanjirnya. Banjir ini akibat hujan lebat dari kemarin malam, sedangkan datangnya air ini mengalir dari utara melewati sungai di samping sekolah. Karena air sungai meluap, hingga air masuk ke halaman sekolah, ruang kelas dan ruang guru,” terang subari.

Sedangkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo saat ditemui di lokasi banjir mengatakan, untuk yang terkena banjir di kabupaten Jember sekitar ada delapan titik. Hanya yang sedikit parah ada di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, dengan ketinggian air mencapai satu meter setengah.

“Beberapa sekolah yang terkena banjir memulangkan muridnya. Beberapa pesantren juga terkena banjir dengan ketinggian mencapai 80-90 centimeter, dan juga ada salah satu pesantren pagarnya roboh sekitar kurang lebih 9 meter. Sedangkan untuk rumah yang terdampak banjir, kurang lebih ada ratusan rumah,” jelas Heru.

Heru menerangkan, sementara ada tiga kecamatan dan delapan desa yang terdampak banjir. Atau bahkan bisa lebih yang terdampak banjir, karena ini masih sifatnya sementara. Sedangkan yang terdampak banjir, diantaranya Kecamatan Bangsalsari, Balung dan Tanggul.

“Penyebab banjir karena curah hujan yang luar biasa, dari siang hingga malam hujan lebat. Sehingga pukul 21.00 WIB, kami mendapat kabar, jika air mulai naik dan masuk kerumah warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Hingga sampai menjebolkan tembok pondok pesantren Ar-Rasyid,”ungkap Heru.

Heru menuturkan, pihaknya melakukan beberapa upaya di beberapa titik pengamanan. “ Sedangkan faktor utama banjir ini, yakni curah hujan yang luar biasa. Dan juga ada beberapa sungai yang tidak bisa menampung air, sehingga air meluap ke beberapa rumah,” tuturnya. (*)




SHARE

Author: verified_user

0 komentar: