Bondowoso, Motim
Sebagai bentuk kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, Bupati Bondowoso, Drs. H. Amin Said Husni bersama Ketua DPRD, H. A. Dhafir, Sekda Hidayat, menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Walisongo 2, di Dusun Panggeng, Desa Sukosari, Tamanan. Dua ulama besar menjadi pembicara dalam maulid akbar ini, KHR Holil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Walisongo, Situbondo, dan KH Faqih Ali pengasuh Ponpes Sabilul Muhtadi, Desa Pasirputih, Situbondo.
Selain itu, hadir Kiai Zaki Abdullah Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, Panji, Situbondo; KH Tuhfatul Ghoni Mufaddol, Asembagus, Situbondo; KH M Zainuri Sofyan, pengasuh Ponpes Sumber Bunga, Sletreng, Kapongan, Situbondo, dan para kyai di Bondowoso. Kegiatan peringatan Maulid Nabi ini dipenuhi lautan manusia yang diperkirakan mencapai ratusan ribu masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa makna yang paling mendasar dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, adalah untuk mengevaluasi sejauh mana Uswatun Hasanah yang melekat pada diri Rosulullah SAW. Sehinga bisa diteladani dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, bupati berharap dalam sisa kepemimpinannya yang akan selesai pad bulan September tahun ini akan berakhir dengan khusnul khotimah pula.
“Sungguh merupakan kerugian, apabila acara seperti ini tidak mampu merubah perilaku kita ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, baik dalam tataran ibadah secara vertikal maupun horizontal melalui peningkatan Iman dan Taq’wa serta semakin tingginya kesalehan sosial. Saya juga berharap dalam sisa kepemimpinan ini juga berkhir dengan khusnul khotimah,” ujar Bupati Bondowoso, Drs. H. Amin Said Husni kemarin.
Lebih lanjut Bupati mengatakan keteladanan Rosul yang saat ini hampir punah, harus dihidupkan lagi yang diawali dengan menjalin silaturahmi, mempererat rasa kebersamaan, persaudaraan dan gotong-royong. Seiring dengan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, pada dasarnya mengajak untuk menyimak kembali segala aspek kehidupan Rosulullah yang sejak kecil penuh dengan keteladanan.
“Untuk itulah marilah kita bertafakur sampai sejauhmana kita dapat melaksanakan contoh tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari guna mewujudkan Masyarakat Bondowoso yang beriman, berdaya dan bermartabat,” tambahnya.
Bupati juga menjelaskan angka kemiskinan di Bondowoso sejak tahun 2008 hingga saat ini terus menurun. Selain itu, Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang pada masa pertama memimpin Bondowoso menempati posisi terakhir, tahun ini IPM Bondowoso berada di atas Jember. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan dalam segela sektor terus meningkat dna tambah membaik.
“Saya berharap, nantinya kepemimpinan ini bisa dilanjutkan oleh pasangan calon yang memiliki visi misi yang sama. Sehingga Bondowoso terus menjadi yang terbaik dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (roy)





0 komentar: