Kiai Ajak Jemaah Doakan Dhafir - Dayat Menang Pilkada
Bondowoso, Motim
Puluhan ribu masyarakat bersama ulama, kiai, dan tokoh masyarakat menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Tamanan. Sejumlah kiai mengajak jemaah mendoakan pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) H. A. Dhafir dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) H. Hidayat, M.Si memenangkan Pilkada Bondowoso 2018.
Beberapa kiai yang hadir diantaranya tokoh kharismatik, KHR Holil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Walisongo, Situbondo; KH Faqih Ali pengasuh Ponpes Sabilul Muhtadi, Desa Pasirputih, Situbondo; Kiai Zaki Abdullah Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, Panji, Situbondo; KH Tuhfatul Ghoni Mufaddol, Asembagus, Situbondo; KH M Zainuri Sofyan, pengasuh Ponpes Sumber Bunga, Sletreng, Kapongan, Situbondo dan para kiai di Bondowoso.
Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, Panji, Situbondo, Kiai Zaki Abdullah, menyampaikan harapannya agar seluruh jemaah yang hadir mendoakan pasangan Dhafir – Dayat agar bisa terpilih dalam Pilkada Bondowoso 2018.
"Ini perintah Kiai agar NU terus berkibar di Bondowoso. Jadi doakan pasangan ini (Dhafir – Dayat) bisa menang dalam Pilkada Bondowoso dan kami sekeluarga sudah sepakat mendokannya. Karena kami mendapat pesan langsung dari almarhum KH. Sofyan Miftahul Arifin agar mendukung pasangan yang mau melanjutkan kepemimpinan pak Amin Said Husni,” ujarnya.
Beberapa kiai yang hadir juga ikut mendoakan kesuksesan Ketua DPRD Ahmad Dhafir dan Sekda Hidayat. Sebab kedua tokoh di Bondowoso ini telah ditunjuk para kiai untuk mencalonkan diri menjadi Bupati Bondowoso 2018.
Seperti disampaikan KH Faqih Ali, pasangan Ahmad Dhafir-Hidayat adalah pasangan yang dipilih oleh ulama. Dan selama ini memang dekat dengan ulama. Pun demikian dengan pasangannya Hidayat, selama ini juga dekat dengan ulama. Terbukti dengan seringnya silaturohim kepada para ulama. “Semoga pilihan ulama ini, dibarengi ridho Allah,” ungkapnya.
KH M Zainuri Sofyan, pengasuh Ponpes Sumber Bunga, Sletreng, Kapongan, Situbondo juga memberikan komentar jika manusia hidup adalah untuk akhirat. Sehingga ketika membangun dunia, tujuannya adalah akhirat. Ketika bertani, berdagang, maupun jadi tukang tujuannya dalam rangka membangun akhirat. “Bukan dunia, namun akhirat,” tuturnya.
Begitu juga dengan memilih pemimpin, seperti bupati dan wakil bupati, juga jangan karna uang. Namun karena Allah SWT. Sehingga bisa terpilih pemimpin pilihan rakyat yang diridhoi Allah SWT.
“Dalam hal pempimpin, ulama bersepakat menunjuk Ahmad Dhafir dan Hidayat untuk menjadi bupati dan wakilnya,” tambhnya.
Dalam maulid akbar itu, KHR Kholil As’ad Syamsl Arifin mengajak masyarakat bershalawat. Dimana tujuannya untuk menambah kecintaan kepada Rasulullah. Selain itu berdoa untuk kemakmuran rakyat. Pengasuh Ponpes Walisongo yang menunjuk Ahmad Dhafir dan Hidayat menjadi calon bupati dan wakil bupati ini, memimpin doa dengan diamini puluhan ribu masyarakat yang hadir.
Sementara Ahmad Dhafir mengaku dirinya adalah abdi ulama, abdi masyarakat dan abdi kiai. Dimana dengan ridho ulama, dirinya berani maju menjadi Bupati Bondowoso. Sebab tujuannya adalah mencari ridho Allah dengan menjadi Bupati Bondowoso. Setiap langkah yang dilakukannya dalam mengawal masyarakat Bondowoso selalu terselip kehendak ulama. Termasuk maju menjadi bupati Bondowoso, juga atas kehendak ulama.
“Saya maju sebagai bupati karena dorongan ulama. Saya ini hanya khadam para ulama yang diamanahi untuk mengurus kemaslahatan umat,” ujarnya. (roy)


0 komentar: