Jember, Motim - Libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 yang bersamaan dengan libur sekolah mempengaruhi tingkat hunian hotel di Kabupaten Jember. Peningkatan juga dipengaruhi oleh semakin banyaknya hotel-hotel baru di Jember, dan juga semakin banyaknya destinasi wisata yang berbenah dan baru sehingga mengundang para pelancong untuk berkunjung ke Jember.
Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Tegoeh Soeprajitno menyampaikan, untuk peningkatan hunian hotel pada tahun 2017 ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Peningkatannya 80 sampai 90 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu didukung juga dengan banyaknya berdiri hotel-hotel baru, dan destinasi wisata baru, sehingga banyak pelancong yang berkenan untuk hadir ke Jember,” ujar Tegoeh, Jumat siang (29/12).
Ia menjelaskan, namun pemantauan yang dilakukan olehnya, tidak terpacu pada jumlah pelancong yang datang ke Jember. Namun dipantau dari semakin ramenya hunian di hotel-hotel yang ada di Jember.
“Hotel-hotel baru di Jember, seperti halnya hotel dafam, hotel 88, dan hotel-hotel baru lainnya, membantu tingkat occupancy hunian hotel meningkat,” sebutnya
“Namun untuk hari-hari tertentu, seperti halnya hari Rabu dan Kamis. Tingkat hunian hotel turun. Namun tidak drastis. Tetapi kemudian pada hari berikutnya Jumat, semakin meningkat dan rame, sampai dengan hari Senin,” sambungnya.
Saat ini tercatat kurang lebih 40 hotel telah bergabung dengan PHRI Jember. “Dari total hotel yang tergabung dalam PHRI itu, semuanya mengalami peningkatan hunian. Kita berharap dengan meningkatnya tingkah hunian ini, dapat mendukung juga perkembangan wisata di Kabupaten Jember,” ujarnya.
Diketahui beberapa tahun ini, kata Tegoeh, sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Jember menyadari akan pentingnya pengembangan potensi wisata yang ada. “Banyak destinasi wisata lama yang memulai berbenah untuk menunjukkan potensi wisata yang dimiliki lebih menarik. Juga ada destinasi wisata baru yang mulai bermunculan. Kita berharap ada sinergitas terkait hal ini, sehingga dengan destinasi wisata yang semakin bagus, baru dan lengkap, secara tidak langsung mendukung juga potensi peningkatan hunian hotel,” ungkapnya.
“Kita berharap pemerintah dalam hal ini bisa mendukung, dan wisata di Jember tidak hanya JFC. Tetapi juga ada wisata-wisata yang lain yang juga berpotensi untuk dikembangkan dan dapat menarik wisatawan lokal ataupun wisatawan dari luar,” imbuhnya.
Lebih jauh Tegoeh menyampaikan, terkait jumlah hotel yang tergabung dalam PHRI, ada juga sejumlah hotel yang enggan untuk bergabung dalam PHRI. “Alasan enggan untuk bergabung dengan PHRI, biasanya ada grup hotel yang dibawah satu manajemen. Jadi yang bergabung dengan PHRI hanya satu hotel saja, dari satu grup itu. Namun ada juga hotel yang memang enggan untuk bergabung dengan PHRI,” ujar Tegoeh.
Pihaknya berharap, sejumlah hotel yang belum bergabung dalam organisasi PHRI untuk segera bergabung sebagai anggota. “Karena jika ingin mengurus perizinan operasi, ataupun perizinan lainnya terkait pengembangan dan pembangunan hotel, tentu saja harus dan wajib tergabung dalam PHRI,” katanya.
“Jika tidak ya sudah kita serahkan kepada yang bersangkutan pemilik hotel, untuk mengurus sendiri segala persyaratan. Karena aturan birokrasinya juga tidak ada (jika tidak tergabung dengan PHRI),” katanya.
“Namun untuk semakin meningkatkan potensi tingkat hunian, even-even tahun depan akan ditingkatkan lagi, dan harusnya ada komunikasi dengan pemerintah terkait penhgembangan potensi wisata di Jember,” imbuhnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi secara terpisah, Director of Sales Aston Jember Hotel and Conference Center Arliando menyampaikan, tingkat hunian Hotel Aston mengalami peningkatan 30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Dengan occupancy kamar meningkat 80 persen yang terpenuhi. Hal ini disebabkan karena jatuhnya tanggal 25 Desember itu hari Senin, dan sejak hari Jumat sebelumnya sudah banyak tamu yang menempati kamar di Hotel Aston Jember,” ujar Arliando.
Data yang diperoleh tersebut, katanya, berdasarkan grafik perbandingan tingkat pemenuhan kamar hotel dari tahun 2016 lalu. “Untuk tamu yang check ini, tidak hanya mengisi waktu liburan, tetapi kebanyakan adalah para pelancong yang mudik ke Jember. Karena memanfaatkan momen libur panjang ini,” katanya.
“Kita berharap pada tahun ini, nantinya pada puncak malam Tahun Baru 2018 semakin banyak yang datang, dan target dari tahun lalu penuh 100 kamar, tahun ini 130 kamar dari total 152 kamar yang kami miliki,” sambungnya. (cw2)
0 komentar: