Selasa, 09 Januari 2018

Rusaknya Infrastruktur Akibat Banjir Ditaksir Rp 6,4 Milyar

SHARE


Situbondo, Motim
Kerugian sementara rusaknya belasan infrastruktur akibat banjir bandang di empat kecamatan mencapai Rp 6,4 Miliar.

"Sementara data yang masuk ke kami, kurang lebih mencapai 6,4 miliar rupiah, jumlah ini bisa bertambah dan bisa saja kurang, karena sifatnya masih merupakan hitungan sementara," terang Kepala Dinas PU dan Permukiman Rakayat, Gatot Siswoyo kepada wartawan, Selasa (09/1).

Masih menurut Gatot, selain infrastruktur berupa tangkis kali, gorong gorong, perpipaan,  jalan tertutup lumpur dan talang air yang rusak, sejumlah jembatan juga putus akibat terjangan luapan air sungai ini.

Diketahui untuk jembatan tercatat ada 9 tang mengalami rusak parah alias putus, dari sembilan jembatan yang putus diterjang banjir bandang, di Dusun Samir, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus sebanyak empat jembatan. Sedangkan di Kecamatan Banyuputih empat jembatan dan satu jembatan di Desa Pategalan serta  satu jembatan di Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang.

Untuk penanganan awal, kata Gatot, pihaknya akan mengirim bronjong dan karung ke Kecamatan Sumbermalang.

"Bronjong yang kita siapkan sebanyak 1800  bronjong, itu untuk penanggulangan sementara karena saat ini dimungkinkan curah hujan masih cukup tinggi tukasnya," ujarnya lagi.

Sejauh ini, Gatot menegaskan, untuk penanganan darurat, pihaknya akan terus melakukan pemantau ke semua lokasi jembatan putus tersebut.

"Yang jelas akan dilakukan perbaikan darurat, sehingga masyarakan tidak terisolir," pungkasnya.



Seperti diketahui, banjir bandang diakibatkan karena luapan air dari dua sungai berbeda di Situbondo, pada Minggu lalu. Sungai Samir di Kecamatan Asembagus, serta Sungai Baderan di Kecamatan Sumbermalang.
Bajir ini juga meluas ke-empat kecamatan dan saat ini terus dilakukan revitalisasi di lokasi bencana, termasuk menyalurkan bantuan makanan kepada korban bencana. (fin)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: