Banyuwangi, Motim
Sikap ngotot Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, untuk mundur dari pencalonannya sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Pilkada Jawa Timur 2018, mengundang reaksi keras sejumlah ulama di Banyuwangi. KH Suyuti Toha, pimpinan Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo, menilai sikap Anas yang mundur dari pencalonannya sebagai Bacawagub Jatim, dengan cara mengembalikan surat mandat yang telah diberikan DPP PDI Perjuangan 15 Oktober 2017 lalu, justru semakin mendekatkan kebenaran berita dugaan skandal moral yang banyak beredar luas di masyarakat, baik melalui media sosial maupun online.
Menurut Kyai Suyuti Toha kepada Motim, Minggu (7/1), seharusnya Anas tidak perlu mundur dari pencalonannya, tetapi justru harus membuktikan bahwa foto-foto syur itu tidak benar. ‘’Namun dengan mundurnya dia (Anas, red.) justru semakin mendekatkan kebenaran berita dan foto yang telah beredar luas itu,’’ kata kyai Suyuti.
Seperti diketahui, gara-gara diduga tersangkut skandal moral Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Jum’at (5/1), menyatakan mundur dari pencalonannya sebagai Bacawagub Jatim yang diusung koalisi PDI Perjuangan dan PKB, yang dikirimkan melalui pesan singkat wa ke Bacagubnya Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).
Kabar pengunduran Anas itu langsung memicu berbagai polemik politik. Namun situasi sedikit mereda setelah dilakukan rapat di kediaman Megawati Soekarno Putri, yang memutuskan bahwa DPP PDI Perjuangan tetap mengusung Bupati Banyuwangi ini sebagai Bacawagub Jatim berpasangan dengan Gus Ipul.
Tetapi publik kembali dikejutkan dengan keputus Bupati penuh prestasi ini, Sabtu (6/1), yang ngotot untuk mengembalikan surat mandat yang diberikan DPP PDI Perjuangan.
Sementara itu sejumlah warga masyarakat yang sempat dihubungi Motim, mengaku kaget atas keputusan yang diambil oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Mereka pada umumnya tidak percaya atas sikap yang telah diputuskan orang nomor satu di Banyuwangi itu.
Riris, salah seorang warga Banyuwangi, mengaku kaget dan tidak percaya Bupati Anas melakukan skandal tersebut. Selain merupakan sosok yang agamis, Bupati Anas juga telah membuktikan prestasinya dengan membangun Kabupaten Banyuwangi hingga mengalami kemajuan begitu pesat.
Bahkan Riris menganggap skandal tersebut bagian dari skenario politik yang sengaja digulirkan pihak-pihak tertentu untuk menghambat Bupati Anas dalam pencalonannya. (Eko/win)

0 komentar: