Kamis, 11 Januari 2018

Dua Pentolan LSM akan Laporkan Penyebar Foto Panas Bupati Anas

Dua Pentolan LSM akan Laporkan Penyebar Foto Panas Bupati Anas



Banyuwangi, Motim
Dua aktivis senior LSM, Rabu (10/18) kemarin, mendatangi kantor harian pagi Memo Timur Biro Banyuwangi di Ruko Mendut Regency. Kedua LSM ini adalah ketua Kauskus Muda Banyuwangi (KMB), Fajar Isnaini dan ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK), Sulaiman Sabang, SH. Kedatangan mereka selain bersilahturahmi juga menyampaikan rencana pelaporan kepada Polres Banyuwangi terkait pengunggah foto panas Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dengan seorang wanita sehingga ramai diberitakan di media sosial, cetak maupun Televisi.

Sulaiman Sabang menyayangkan dan mengutuk keras tindakan penyebaran foto panas yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertangung jawab, sehingga membuat citra kota Banyuwangi yang sebelumnya harum baik di Indonesia maupun manca negara menjadi negatif. Dengan adanya berita miring tersebut kami sebagai warga dan masyarakat Banyuwangi merasa dirugikan, apalagi tersebarnya foto-foto itu menjelang Pilgub Jatim.
"Ini bukan saja pembunuhan karakter bagi Bupati Abdullah Azwar Anas tetapi juga merusak citra kabupaten Banyuwangi," ujar Sulaiman Sabang.

Untuk itu, Sulaiman Sabang bersama teman teman aktivis lain berencana akan mengadukan hal tersebut ke Polres Banyuwangi, sehingga pengunggah foto-foto heboh tersebut bisa diusut dan di proses sesuai hukum yang berlaku.
"Besok kami akan kirim surat pengaduan itu ke Polres Banyuwangi," kata Sulaiman.

Sementara itu ketua KMB, Fajar Isnaini kepada Memo Timur menyampaikan, jika momentum politik menjelang Pilkada/Pilgub semakin memanas itu adalah hal yang lumrah dan biasa terjadi. Akan tetapi adanya berita miring tentang orang nomor satu di bumi Blambangan yang tersebar luas di masyarakat, sangat merusak citra kota Banyuwangi yang selama ini bagus dalam kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas.
"Untuk itu kami sebagai warga Banyuwangi merasa tergugah dan meminta persoalan penyebar foto "amoral" ini diusut sampai tuntas nantinya," ujar Fajar Isnaini.


Rabu, 10 Januari 2018

DPC PDIP Banyuwangi Siap Dukung Pengganti Anas

DPC PDIP Banyuwangi Siap Dukung Pengganti Anas

Banyuwangi Motim,
Pasca pengunduran diri bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dari pencalonan Wakil Gubernur Jawa Timur, jajaran Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Banyuwangi, sampai saat ini menunggu keputusan akhir Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri.

I Made Cahyana Negara, Ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Banyuwangi menuturkan pihaknya menunggu keputusan akhir pimpinan pusat dan siap melaksanakan keputusan serta berjuang maksimal memenangkan pasangan Gubernur/wakil Gubernur Jawa timur yang diusung PDI Perjuangan dan PKB.

Terkait mundurnya Bupati Anas dalam  bursa cagub/cawagub Jatim,  DPC PDI Perjuangan Banyuwangi hanya  bisa menungu keputusan resmi dari pusat.
"Karena sudah memutuskan mundur ya sudah kita tunggu saja penggantinya," ujarnya.

Made menambahkan, saat ini dari beberapa sumber telah berkembang informasi calon pendamping Gus Ipul yang diusulkan PDI Perjuangan antara lain, Bambang DH, Budi Sulistyo (Kanang) Bupati Ngawi, Achmad Basarah dan lain sebagainya.

Politikus asal Ketapang itu menegaskan, pihaknya siap menerima dan memenangkan siapapun calon yang ditetapkan oleh DPP dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak yang akan berlangsung pada tahun ini.

Selanjutnya terkait siapapun penganti Cawagub yang ditunjuk oleh DPP PDI Perjuangan nanti, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi siap mendukung sepenuhnya
"Semoga amanah dan bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Timur," ujar Made (nur/win)



Senin, 08 Januari 2018

Lakukan Pembuktian, Bukan Mundur

Lakukan Pembuktian, Bukan Mundur



Banyuwangi, Motim

Sikap ngotot Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, untuk mundur dari pencalonannya sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Pilkada Jawa Timur 2018, mengundang reaksi keras sejumlah ulama di Banyuwangi. KH Suyuti Toha,  pimpinan Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo, menilai sikap Anas yang mundur dari pencalonannya sebagai Bacawagub Jatim, dengan cara mengembalikan surat mandat yang telah diberikan DPP PDI Perjuangan 15 Oktober 2017  lalu, justru semakin mendekatkan kebenaran berita dugaan skandal moral yang banyak beredar luas di masyarakat, baik melalui media sosial maupun online.


Menurut Kyai Suyuti Toha kepada Motim, Minggu (7/1), seharusnya Anas tidak perlu mundur dari pencalonannya, tetapi justru harus membuktikan bahwa foto-foto syur itu tidak benar. ‘’Namun dengan mundurnya dia (Anas, red.) justru semakin mendekatkan kebenaran berita dan foto yang telah beredar luas itu,’’ kata kyai Suyuti.


Seperti diketahui, gara-gara diduga tersangkut skandal moral Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Jum’at (5/1), menyatakan mundur dari pencalonannya sebagai Bacawagub Jatim yang diusung koalisi PDI Perjuangan dan PKB, yang dikirimkan melalui pesan singkat wa ke Bacagubnya Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).


Kabar pengunduran Anas itu langsung memicu berbagai polemik politik. Namun situasi sedikit mereda setelah dilakukan rapat di kediaman Megawati Soekarno Putri, yang memutuskan bahwa DPP PDI Perjuangan tetap mengusung Bupati Banyuwangi ini sebagai Bacawagub Jatim berpasangan dengan Gus Ipul.


Tetapi publik kembali dikejutkan dengan keputus Bupati penuh prestasi ini, Sabtu (6/1), yang ngotot untuk mengembalikan surat mandat yang diberikan DPP PDI Perjuangan.


Sementara itu sejumlah warga masyarakat yang sempat dihubungi Motim, mengaku kaget atas keputusan yang diambil oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Mereka pada umumnya tidak percaya atas sikap yang telah diputuskan orang nomor satu di Banyuwangi itu.


Riris, salah seorang warga Banyuwangi, mengaku kaget dan tidak percaya Bupati Anas melakukan skandal tersebut. Selain merupakan sosok yang agamis, Bupati Anas juga telah membuktikan prestasinya dengan membangun Kabupaten Banyuwangi hingga mengalami kemajuan begitu pesat.


Bahkan Riris  menganggap skandal tersebut bagian dari skenario politik yang sengaja digulirkan pihak-pihak tertentu untuk menghambat Bupati Anas dalam pencalonannya. (Eko/win)