Senin, 15 Januari 2018

Imbau Massa Aksi 212 Tak Anarkis

SHARE


Jember, Motim
Sejumlah elemen masyarakat dan tokoh ulama akan menggelar aksi keprihatinan terhadap kondisi pemerintahan Jember, pada tanggal 21 Februari mendatang. Aksi bertajuk 212 itu, diprediksi akan diikuti ribuan massa. Terkait rencana aksi itu, Polres Jember sudah melakukan pengumpulan bahan keterangan, dengan mengukur jumlah massa yang nantinya akan turun jika aksi itu benar-benar terjadi.

“Nanti seandainya surat resmi (pemberitahuan aksi 212) itu datang, kita akan komunikasi juga berkaitan dengan massa yang akan turut dalam aksi. Tentunya kami akan menyeimbangkan dengan personel pengamanan yang akan kami gelar,” ungkap Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Sabtu (13/1).

Menurut Kusworo, menyampaikan pendapat di muka umum adalah sah, karena sudah diatur dan dilindungi oleh Undang-undang. “Hanya saja penyampaian pendapat di muka umum itu tidak boleh mengganggu hak azasi orang lain, harus tetap menjunjung tinggi sopan santun, tidak mengganggu ketertiban umum, sehingga tidak mengganggu pihak-pihak lain terutama masyarakat Kabupaten Jember yang melaksanakan aktivitasnya,” jelas Kusworo.

Kusworo berharap, para peserta aksi 212 bisa menyampaikan aspirasinya namun jangan sampai merusak, apalagi melukai orang lain. “Seandainya ada situasi anarkis, ada pengrusakan, itu nanti akan berhadapan dengan aparat penegak hukum,” tegas Kusworo.

Rencana aksi itu sendiri diduga karena banyaknya persoalan yang terjadi di Jember, serta kurangnya komunikasi antara sejumlah pihak dengan bupati. Kusworo mengaku bahwa dirinya sudah melakukan mediasi dengan sejumlah pihak, agar persoalan di Jember segera terselesaikan. “Kita sudah melakukan (mediasi) itu. Ini masih dalam proses, mudah-mudahan itu bisa tercapai sesuai dengan harapan kita bersama,” tegas Kusworo.

Menurutnya, tugas pokok kepolisian sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002, adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Sehingga saat ada gejolak di masyarakat, pihaknya menjembatani untuk menyelesaikan permasalahan sekaligus menciptakan suasana yang kondusif.

“Ini serta merta untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Terlepas daripada siapa bupatinya, siapa massa yang akan turun. Yang kami junjung tinggi adalah bagaimana menciptakan Kabupaten Jember ini aman, nyaman, dan sejahtera,” pungkas Kusworo. (sp)


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: