Senin, 22 Januari 2018

Ditemukan Tewas di Pantai Pancur

SHARE

Jember, Motim
Setelah lima hari dinyatakan hilang dan diduga tenggelam terbawa arus Sungai Bedadung, jenazah Agus Hariyono (43) ditemukan terdampar di Pantai Pancur, Taman Nasional Alas Purwo, Sabtu sore (20/1). Korban teridentifikasi, setelah pihak keluarga mengenali ciri-ciri korban dari pakaian yang dikenakan, dan juga identifikasi fisik pada gigi.

“Jenazah awalnya ditemukan oleh pemancing yang biasa beraktifitas di sana sekitar pukul 5 sore. Saat ditemukan, posisi jenazah dalam kondisi terlentang dengan pakaian bagian atas masih lengkap, namun celana dalam dan celana yang dikenakan sudah terlepas,” ujar Dantim Operasi SAR Basarnas Jember Rudy Prahara kepada Memo Timur, Minggu siang (21/1).

Setelah mengetahui adanya penemuan jenazah tersebut, para pemancing langsung melapor kepada pihak petugas Taman Nasional Alas Purwo, dan diteruskan kepada Polsek Tegal Delima, Kabupaten Banyuwangi.

 “Laporan yang masuk ke Polsek sekitar pukul 8 malam, dan dari petugas kepolisian Tegal Delima, langsung dilakukan evakuasi terhadap jenazah tersebut. Selanjutnya jenazah langsung dibawa ke RSUD Blambangan,” jelasnya.

“Dari kondisi fisik korban, tidak ditemukan adanya ciri-ciri kekerasan fisik. Jadi kemungkinan korban meninggal karena terpeleset jatuh ke sungai dan tenggelam terbawa arus Sungai Bedadung,” imbuhnya.

Selanjutnya dari informasi penemuan jenazah tersebut, kata Rudy, langsung disampaikan kepada pihak keluarga korban. Langsung dari pihak keluarga korban berangkat ke RSUD Blambangan untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah.

“Pihak keluarga bersama TRC PB, RAPI Jember Selatan, Resmob Jember Selatan, Brandal Alas, dan perwakilan tetangga korban langsung berangkat menuju RSUD Blambangan pada pukul 2 dini hari, Minggu (21/1),” ujarnya.

Kemudian sekitar pukul 6 pagi, lanjutnya, keluarga korban sampai di RSUD Blambangan, dan melakukan identifikasi terhadap jenazah tersebut.

“Dari ciri-ciri baju yang dikenakan, yakni kaos lengan panjang warna kuning telor asin, warna biru di lengan, dan ada tulisan ‘Multi agro elektronik’ dipastikan awal adalah korban. Kemudian ditegaskan dengan adanya bukti fisik 4 giginya gigis (rompang), dipastikan jenazah itu atas nama Agus Hariyono,” ulasnya.

Setelah itu, selanjutnya pihak keluarga mengurus administrasi untuk memulangkan jenazah, Rombongan keluar dari RSUD Blambangan dan langsung menuju rumah duka di Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Kemudian jenazah dimandikan di RSUD Balung, lalu di salati dan dimakamkan.

Terkait ditemukannya jenazah Agus Hariyono bisa sampai terdampar di Pantai Pancur Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Banyuwangi, Rudy menjelaskan, disebabkan oleh beberapa faktor, yakni arus sungai yang cukup deras hingga ke muara sungai, dan arah angin dari laut.

“Pertama faktor arus sungai yang mengarah ke selatan. Infonya pada hari pertama pencarian Selasa (16/1), terjadi banjir di daerah Gambirono. Sehingga kemungkinan pada hari kedua, jenazah sudah keluar dari muara, dan saat disisir didaerah aliran sungai sudah tidak ada. Kemudian pada hari ketiga pencarian, muara sungai juga banjir, yang bareng dengan daerah Gambirono kembali banjir,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, faktor lain yang ikut mempengaruhi, yakni arus laut juga kencang ke arah timur. “Jadi sama kayak kasusnya Indra Juniawan beberapa hari yang lalu. Kalau ikut arus bisa ke arah dimaksud (timur). Sehingga ditemukannya jenazah Agus tersebut, tidak jauh dari ditemukannya jenazah Indra sebelumnya,” tuturnya.

Dengan adanya sejumlah kecelakaan sungai tersebut, Basarnas Jember juga menghimbau masyarakat, untuk tidak beraktifitas di sungai saat kondisi curah hujan dan cuaca yang selalu hujan deras. “Hindari aktifitas di bantaran sungai, dan hati-hati secara maksimal. Karena curah hujan tinggi, menyebabkan sewaktu-waktu arus sungai deras, dan terjadi banjir bandang. Sehingga masyarakat harus waspada,” tandasnya.

Sementara dari pihak keluarga, Suharjo (42) saat ditemui wartawan di rumah duka mengatakan jika Agus bekerja sebagai petugas kebersihan di wilayah Kecamatan Puger. “Aktivitas sehari-hari dari korban sendiri, yaitu bekerja sebagai pasukan kuning. Sebagai petugas kebersihan, di wilayah Kecamatan Puger. Korban meninggalkan dua anak, yang pertama masih SMA dan yang kedua masih SMP,” tutur Suharjo.

Suharjo menegaskan, istri Agus selama ini menjadi Tenaga Kerja Wanita di Negeri Jiran Malaysia. Tetapi sudah ada pemberitahuan dari pihak keluarga, kemungkinan minggu ini akan pulang. “Pihak keluarga memang tidak mau di visum, karena telah menerima ini sebagai musibah,” tegasnya.

Suharjo menambahkan, Agus sendiri memang memiliki penyakit. Pernah mengalami stress atau gangguan kejiwaan, tetapi sekarang sudah sembuh selama dia berada di jember. “Karena sebelumnya agus beserta keluarga berada di kota lamongan, kemudian kembali kesini intinya berobat dan hingga menetap di balung. Setelah sembuh dia bekerja, dan tidak kembali ke lamongan,” imbuhnya. (cw2/*)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: