Bermimpi Bertemu Ayah, Disuruh Dukung Dhafir-Dayat
Bondowoso, Motim
Hj. Sya’diyah As’ad mengaku bermimpi bertemu ayahnya, KH. As’ad Syamsul Arifin, dan diminta mendukung pasangan Dhafir-Dayat dalam Pilkada Bondowoso. Hal itu disampaikan Sya’diyah saat berkunjung ke Rumah Dinas (Rumdin) Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Drs. H, Hidayat, Jum’at (19/1) kemarin sore.
Sya’diyah As’ad merupakan kakak kandung KHR. Fawaid As’ad dan KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin, keluarga besar Pondok Pesantren (PP) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.
Terkait kedatangannya ke rumah Hidayat, Sya’diyah As’ad secara tegas menyatakan dukungannya ke Pasangan Calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Bondowoso periode 2018-2023, Dhafir-Hidayat. Dia mengatakan, salah satu ikhtiar untuk kemakmuran dan kesejahteraan Kabupaten Bondowoso, agar semua masyarakat Bondowoso dan alumni Sukorejo memilih Paslon Dhafir-Dayat.
“Saya memang sebelumnya tidak pernah ketemu Dayat, sebelum dia jadi Sekda. Baru sekarang ini saya ketemu dengan Dayat,”ujarnya.
Lebih lanjut Sya’diyah As’ad bercerita tentang mimpinya didatangi kiai dan ayahnya. Dalam mimpi tersebut agar memilih Dhafir-Dayat. “Selain dari Dhafir-Dayat saya tidak bisa memilih. Karena yang lain itu belum tahu jalannya Bondowoso ini seperti apa. Tingginya Bondowoso juga kayak apa mereka itu tidak tahu,” urainya.
“Sedangkan Dhafir-Dayat ini sudah biasa memimpin Bondowoso. Saya berpesan kepada alumni, serta semua orang masyarakat Bondowoso memilih Dhafir-Dayat,” tambahnya.
Dia juga mempertegas dan mengingatkan, bahwa alumni Sukorejo banyak yang dari Kabupaten Bondowoso. “Dhafir-Dayat itu sudah sering ke adik saya. Saya datang ke Dayat, setelah Dayat jadi Sekda. Pertama kali saya datang, Dayat ini masih belum tahu saya,” tegasnya.
Sya’diyah As’ad lalu mengulang cerita mimpinya saat didatangi KH. As’ad Syamsul Arifin. Dalam mimpi itu KH. As’ad menegaskan bahwa yang harus jadi pemimpin di Bondowoso yaitu Dhafir-Dayat
“Harapan saya kepada Paslon Dhafir-Dayat agar biasa-biasa saja, dan jika ada apa-apa semuanya dirangkul serta yang paling penting santri saya harus ke Dhafir-Dayat,” pungkas Sya’diyah. (cw3)
0 komentar: