Bondowoso, Motim
Banyaknya persoalan lingkungan hidup merupakan bukti bahwa banyak orang yang kurang peduli terhadap kelestarian alam. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah, Drs. H. Hidayat, M.Si dalam acara Gerakan Biopori Praja Muda Karana (Pramuka) Kwartir cabang Bondowoso, di Bendungan Sampean Baru, Desa/Kecamatan Tapen, Jum’at (19/1) kemarin.
“Kesadaran untuk cinta lingkungan seharusnya menjadi sebuah kewajiban bagi setiap orang, agar bumi yang kita cintai tetap terjaga kualitasnya dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya hingga generasi mendatang,” ujar Sekda Bondowoso, Drs. H. Hidayat, M.Si kemarin.
Kegiatan ini dihadiri ratusan Pengurus Pramuka se-Bondowoso dan adik-adik Pramuka dari tingkat SD sampai dengan tingkat SMA dan sederajat. Acara ini sekaligus pengukuhan Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) se-Kabupaten Bondowoso mulai dari SD sebanyak 219 orang, MI 97 orang, SMP 101 orang, MTs 127 orang, SMA 18 0rang, SMK 34 orang, MA 64 orang, TK LK 3 orang. Di tetapkan pada Desember 2017.
“Semoga kegiatan ini mencapai sasaran yang tepat menuju sukses serta dapat bermanfaat kepada masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut Sekda mengatakan, seiring padatnya aktifitas manusia di muka bumi saat ini, mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup diberbagai kawasan. Tentu hal ini sebagai ancaman kepada manusia. Karena tingkat kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya resiko bencana, terutama di Indonesia.
“Terganggunya sistem tatakelola air yang mengakibatkan banjir, tanah longsor serta kekeringan di musim kemarau yang marak di berbagai daerah termasuk di Jatim. Kendati demikian juga tidak menutup kemungkinan terjadinya kerusakan lingkungan saat ini,” tambahnya.
Dia menegaskan, supaya lebih kepada memperbaiki lingkungan hidup, harus dilakukan secara terus menerus. Salah satunya memperbaiki mutu air dan tanah melalui gerakan Sejuta Biopori Jatim yang dilaksanakan selama 30 hari.
“Ini merupakan salah satu wujud turut serta Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim dalam upaya pelestarian lingkungan. Melalui pendidikan bagi peserta didik anggota dewasa dan harapannya dapat diikuti oleh masyarakat luas,” jelasnya.
Menjaga kelestarian lingkungan, lanjut Sekda, menjadi tanggungjawab bersama. Harapannya, manfaat pencapaian sejuta biopori, dapat dirasakan secara langsung oleh kehidupan masyarakat luas. Karena biopori selain berfungsi sebagai lubang peresapan air juga dapat penanganan limbah organik.
“Juga meningkatkan kesejahteraan tanah serta mengatasi banjir dimusim penghujan dan kekeringan dimusim kemarau. Sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi tujuan akhir semua kegiatan pembangunan,” sambungnya.
Sekda lebih lanjut mengatakan, gerakan Pramuka Jatim sejak 7 tahun terakhir telah berhasil melaksanakan kegiatan inovatif dengan kepedulian Pramuka dan masyarakat terhadap tanggungjawab secara kelangsungan hidup terhadap manusia. Antara lain kegiatan penanaman pohon, aksi penanggulangan bencana melalui brikade penolong, aksi lingkungan melalui perkemahan-perkemahan Bhakti Saka dan.
“Awal tahun 2016 yang lalu telah dilaksanakan festival Bila Karya kampung hilir Pramuka untuk melahirkan lingkungan yang bersih dan sehat,” tambahnya lagi.
Dalam kesempatan itu juga, Sekda mengajak kepada semua pengurus, pembina dan instruktur Saka untuk terus melanjutkan kegiatan seperti ini dan di masa mendatang. Tentunya, bersama Pemerintah dan masyarakat Jatim secara gotong royong.
“Kegiatan ini hendaknya dijadikan sarana belajar, berkarya dan sosialisasi sebagai wahana untuk menambah wawasan dan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup,” lanjutnya.
Sekda mkengajak peserta untuk ikut kegiatan dengan baik serta pengalaman pengetahuan, serta pemikiran seluas-luasnya. “Usai mengikuti kegiatan ini sebarkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman kalian kapada rekan-rekan disekolah dan masyarakat di sekitarnya,” tegasnya.
Keberhasilan kegiatan ini, lanjut Sekda tidak diukur dari seberapa banyak lubang biopori yang dibuat.
“Namun seberapa besar manfaat yang akan ditimbulkan dari pembuatan lubang biopori dalam hal ini banyak serapan sampah organik yang dapan dikelola untuk kemuduian dihasilkan jadi pupuk organik yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah,” pungkasnya. (cw3)
0 komentar: