Selasa, 03 April 2018

Tarian Seksi di Gedung Wanita, Tuai Kecaman

SHARE
Banyuwangi, MotimNews. Warga Kota Gandrung Jawa Timur dihebohkan dengan adanya tarian wanita seksi di Gedung Wanita Paramita Kencana Banyuwangi. Parahnya, tarian ala diskotik yang dilengkapi operator musik DJ ini selain ditonton orang dewasa, juga dilihat remaja dan anak - anak.
Tarian seksi di ajang pameran modifikasi dan mobil yang berlangsung Minggu (01/04) malam, menuai kritik serta kecaman dari warga Bumi Blambangan utamanya Pemuda Pancasila Banyuwangi, lantaran tarian tersebut menonjolkan keseksian tubuh perempuan yang dianggap seronok dan tidak sopan.

"Kami mengecam keras pelaksana kegiatan. Karena atraksi itu dipertunjukan secara terbuka. Sehingga banyak warga yang menonton, terlebih anak - anak dan remaja," tegas Eko Suryono Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Banyuwangi, Senin (02/04).

Dia menambahkan, tempat tersebut notabenenya milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, tidak seharusnya digunakan untuk kegiatan yang bisa mencederai nama pemerintah daerah dan masyarakat Banyuwangi.

"Gedung ini milik Pemkab. Sangat disayangkan jika digunakan untuk tarian seksi," jelasnya.
Lebih tegas Eko mengatakan, jika dalam waktu dekat pihak penyelenggara tidak meminta maaf kepada masyarakat Banyuwangi, pihaknya akan mengambil langkah lebih besar dan melakukan kajian hukum terkait viralnya tarian seksi itu di kalangan warga Bumi Blambangan.

"Pihak penyelenggara harus segera meminta maaf. Kalau tidak Pemuda Pancasila Kabupaten Banyuwangi akan bersikap lebih tegas lagi," ujar Eko Suryono.

Sementara itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi selaku pengelola Gedung Wanita, melaporkan pihak EO pameran modifikasi mobil pada pihak Kepolisian. Pertunjukan tarian erotis yang merupakan rangkaian pameran dianggap merusak citra dan melanggar Peraturan Daerah (Perda).

“Tadi malam sebenarnya langsung kita tegur pihak EO penyelenggara dan kini kita laporkan ke aparat Kepolisian,” ucap Kepala Disbudpar Banyuwangi, M Y Bramuda, Senin (2/4).

Saat kita tegur semalam, lanjutnya, pihak EO menyebutkan bahwa tarian erotis dipertontonkan hanya dalam sesi pembagian hadiah. Alasan tersebut tidak bisa diterima, lantaran kegiatan tarian panas tidak sesuai dengan proposal pengajuan pinjam tempat.

“Pihak EO merasa tidak tahu menahu, tapi masak iya. Itu makanya kita proses hukum, kan Perda kita juga melarang tindakan demikian,” tegas Bramuda.

EO yang menampilkan tarian erotis digedung plat merah tersebut adalah PT Him Promosindo berasal dari Jakarta. 

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Sodiq Effendi mengatakan, kasus ini masih diperiksa. 

“Tunggu saja hasil pemeriksaan,” ujarnya. (yud)

SHARE

Author: verified_user

1 komentar: