La
mongan, Motim. Kondisi Rawa Semando, Kecamatan Babat, Lamongan yang berfungsi menjadi kawasan penampungan air ternyata beberapa tahun terakhir berubah menjadi lahan tambak liar yang tak terkendali.
Salah seorang warga sekitar Rawa Semando menyebutkan, semua luas rawa dikavling untuk tambak. Ada yang membangun tambak dengan pematang permanen, seperti membuat pematang dengan alat berat backhoe.
"Lihat saja semua luas rawa berubah menjadi lahan tambak. Ini yang terlihat dari jalan raya pematangnya memakai jaring ikan, yang permanen ada di bagian utara tak terlihat dari sini," kata Amir, warga Babat, Jumat (09/02).
Tumbuh suburnya tambak liar yang memakan habis lahan rawa dengan cara dikavling-kavling membuat volume waduk tidak lagi bisa menampung air hujan yang menggenang di Babat.
Akibatnya, Babat kerap dilanda banjir saat musim hujan tiba, ditambah kondisi permukaan air Bengawan Solo naik. Praktis sebanyak 6 desa yang dihuni 18 ribu dengan 3.800 rumah terdampak banjir.
Warga Babat berharap Pemerintah Provinsi Jatim segera bertindak riil untuk segera menormalisasi rawa dan mengembalikan fungsi rawa sebagai penampung air.
Asik Maulana, warga, Plaosan, meminta pemerintah provinsi memenuhi janji normalisasi rawa yang pernah disampaikan Wagub Jatim Saifullah Yusuf saat berkunjung ke Babat, Senin (7/3/2016). Kala itu dipastikan normalisasi Rawa Semando yang berada sisi timur Pasar Agrobis tersebut.
Gus Ipul saat itu mangajak Kepala Dinas Pengairan Provinsi Jatim Dahlan, Kepala Dinas PU Bina Marga jawa Timur Supaad, bersama sejumlah pejabat Pemprop Jawa Timur.
Gus Ipul berdialog dengan warga setempat. Kemudian meninjau rumah pompa di Desa Bedahan dan kondisi Rawa Semando dan berjanji akan mengembalikan fungsi rawa seperti semula. Saat itu, begitu Gus Ipul turun melihat lokasi Rawa Semando, langsung menginstruksikan kepada Kepala Dinas PU Pengairan Provinsi untuk berkonsentrasi dua titik sekaligus, yakni sudetan dan normalisasi Rawa Semando.
Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan mengatakan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air." Kita yang jemput bola untuk koordinasi dengan provinsi," kata Agus.(mim)

0 komentar: