Rumah Nenek Rajemah Ambruk Diterjang Angin Kencang
Banyuwangi, Motim. Sebuah rumah bambu di wilayah Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring ambruk usai dihajar angin yang disertai hujan deras, Kamis (01/01) kemarin.
Beruntung, Nenek Rajemah warga berusia 100 tahun yang menempati rumah tidak layak huni milik warga bernama Anwar warga setempat ini, selamat. Nenek yang menumpang karang, sebatangkara di rumah milik warga ini langsung mendapat pertolongan dari warga setempat.
"Saat rumah itu ambruk terkena hujan angin, Nenek Rajemah tak berada di dalam rumah. Ketika ambruk warga langsung melakukan pertolongan," terang Bibit, warga setempat kemarin.
Bibit menambahkan, rumah tersebut ambruk karena semalaman wilayah setempat diguyur hujan disertai angin. Paginya sekitar pukul 06.00 WIB rumah yang ditempati nenek itu sudah rata dengan tanah.
"Selain itu, bangunan rumah ini sudah tua. Kayunya banyak yang lapuk," jelasnya.
Kepala Desa Sembulung, Suhantoko mengatakan, usai kejadian ini, rumah warga tersebut akan didirikan lagi secara swadaya, supaya Nenek Rajemah bisa menempati rumah yang berdiri di tanah milik Anwar warga setempat.
"Dulu, rumah itu dibangun secara suwadaya oleh masyarakat. Karena berdiri di tanah bukan miliknya, program bedah rumah tak bisa direliasasikan. Secepatnya rumah itu kembali didirikan oleh warga dan pemerintah desa setempat," jelas Kades Sembulung. (yud)

0 komentar: