Minggu, 11 Februari 2018

Prihatin Balap Liar, Bentuk FOBM

SHARE
Jember, Motim. Berawal dari bentuk keprihatinan banyaknya balap liar dan kurangnya fasilitas untuk menyalurkan hobi dan tempat berlatih bagi olahraga balap motor, sekumpulan anak muda pecinta dan para pembalap motor profesional membentuk Federasi Olahraga Balap Motor (FOBM) Jember. Dibentuknya FOBM diharapkan bisa menjadi wadah pembalap motor profesional di Kabupaten Jember agar lebih berkembang. 

Penasihat Umum FOBM Jember Anggoro Setiawan menyampaikan, Kabupaten Jember memiliki atlet-atlet olahraga balap motor yang cukup berpotensi dan berprestasi di kancah nasional. Namun sayangnya, kata Anggoro, Kabupaten Jember belum memiliki fasilitasm, sarana pendukung, dan support positif untuk mengembangkan cabang olahraga tersebut.

“Bisa kita ketahui bersama, setiap Jumat malam di jalanan protokol Jember, selalu ada balap liar yang diikuti oleh anak-anak muda. Orientasinya negatif, dan sering mengganggu para pengguna jalan. Bahkan parahnya lagi, kegiatan itu sangat membahayakan banyak orang,” ujar Anggoro, di sela rapat koordinasi FOBM Jember di café tegak lurus Jember, kemarin.

Sehingga butuh perhatian dari pihak-pihak stakeholder terkait, katanya, dalam hal ini pemerintah, untuk membantu mengembangkan potensi dari olahraga tersebut.

“Jangan salah, di Jember banyak atlet-atlet olahraga balap professional yang banyak sekali meraih prestasi di dunia balap. Bahkan pembalap wanita bertalenta professional dan banyak meraih prestasi ada di Jember,” ungkapnya.

“Artinya olahraga balap motor, bukanlah olahraga remeh yang dipandang sebelah mata. Sehingga butuh perhatian dan perlu untuk dikembangkan. Olahraga ini tidak berasumsi negatif, jika kita memahami potensinya, dan diarahkan dengan perhatian yang baik,” sambungnya.

Sebagai bentuk perhatian, katanya, pihak pecinta, pengamat, dan masyarakat yang peduli dengan olahraga balap motor, berusaha untuk menciptakan wadah dalam bentuk federasi olahraga. “Sehingga muncullah Federasi Olahraga Balap Motor pertama di Jember ini! Harapannya agar atletnya, ataupun calon-calon atletnya, benar-benar bisa dikembangkan secara optimal dan mendapatkan prestasi terbaik di kancah nasional, dan internasional. Bahkan jangan salah, bisa saja prestasi dari olahraga ini bisa membawa harum nama Kabupaten Jember,” tandasnya.

Sementara itu Ketua FOBM Jember Ahmad Yusuf menyampaikan, agar bakat yang dimiliki dari para calon atlet ataupun para atlet yang sudah ada ini dapat disalurkan dengan baik, maka sebagai langkah awal dibentuklah federasi olahraga ini.

Dengan harapan, katanya, dari yang awalnya kesulitan untuk mencari tempat latihan, dan cenderung harus melakukan balap liar untuk menyalurkan hobinya. Kini hal negatif tersebut dapat dihindari. 
“Karena dengan menemukan tempat berlatih, dan sarana prasarana untuk latihan, maka olahraga balap motor ini dapat lebih terencana dan fokus untuk dikembangkan. Sekaligus meningkat secara pesat. Bahkan tidak menutup kemungkinan, pembalap-pembalap Jember bisa bersaing aktif dengan pembalap-pembalap di daerah lain,” tegasnya.

Sehingga dengan musyawarah bersama dengan sejumlah anak muda, calon dan atlet balap motor, kemudian juga perwakilan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), pihaknya membentuk FOBM sebagai wadah untuk olahraga balap motor tersebut.

“Kita ketahui potensi di Kabupaten Jember sangat besar. Karena banyak sekali kawan-kawan di Jember saat ada even balap, selalu pesertanya sebagian besar dari Jember. Selain juga pembalap-pembalap dari luar Jember,” ungkapnya.

“Sehingga dari potensi ini, kita berusaha untuk mengembangkan. Agar selain ada sarana prasarana untuk latihan, juga ada perhatian dari pemerintah,” sambungnya.

Perlu diketahui juga, lanjutnya, FOBM Jember tidak hanya menaungi para pembalap-pembalap motor professional di kelas road race. “Karena namanya Federasi Olahraga Balap Motor, tidak hanya spesifikasi pada satu jenis balap motor. Tetapi semua, contohnya Roadrace, Dragbike, Motocross, dan gastrack. Atletnya pun ada semua di jenis balap tersebut,” sebutnya.

Sehingga sebagai atensi pihaknya, diharapkan dengan adanya FOBM, potensi olahraga balap motor tidak hanya dipandang sebelah mata. “Karena setelah era 2000 hingga 2010, Jember kesulitan tempat berlatih. Akhirnya (perkembangan olahraga balap motor Jember) tertinggal dengan tempat-tempat lain,” tandasnya.

“Tugas kita (lewat FOBM) mengangkat kembali potensi balap motor di Jember ini,” imbuhnya.
Perlu diketahui, balap motor yang banyak dilakukan di Kabupaten Jember sementara ini hanya ada pada saat even-even tahunan tertentu. Namun untuk sarana prasarana belum ada. Pada akhirnya tindak kriminal balap motor liar pun dilakukan untuk menyalurkan hobi tersebut.
Tentu saja hal itu meresahkan, dan membuat repot Polres Jember. Sehingga dengan adanya FOBM Jember. Diharapkan kegiatan balap liar tersebut juga dapat diminimalisir.

“Alhamdulillah bapak Kapolres respek dan langsung merespon positif pembentukan federasi olahraga balap motor tersebut. Sehingga langsung menginstruksikan KaSatlantas Polres Jember untuk menindaklanjuti secara teknis,” ujar Kaur Bin Ops Lalu Lintas Satlantas Polres Jember Iptu Karsito.
Diharapkan dari dibentuknya FOBM Jember tersebut, lanjutnya, dapat menjadi wadah yang baik untuk menjaga keamanan dan keselamatan lalu lintas di jalan. “Juga dapat menarik teman-teman se hobi, untuk menuju ke Tertib Jemberku dan Tertib Indonesiaku, dan tidak menjadi pembalap-pembalap liar di jalanan,” tandasnya. 

Lebih jauh disampaikan, nantinya Polres Jember juga akan mendorong pemerintah Kabupaten Jember, untuk dapatnya membantu memberikan fasilitas sarana dan prasarana bagi para pembalap tersebut, terkait sesi latihan yang akan dilakukan.

“Nantinya sekaligus kami juga mendorong pemerintah daerah, untuk memberikan fasilitas. Pak Kapolres pastinya sangat support, karena mendukung pemikiran yang sangat baik ini. Agar menjadi pelopor tertib berlalu lintas di wilayah timur Jatim,” pungkasnya. (cw2)

      

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: